Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penurunan Berat Badan Sekitar 10 Persen Berpotensi Meredakan Nyeri OA Lutut

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 22:42 WIB | Oleh:
Penurunan Berat Badan Sekitar 10 Persen Berpotensi Meredakan Nyeri OA Lutut Doc: Novo Nordisk Indonesia
Ket. Suasana diskusi media bertajuk "Hidup Lebih Ringan, Bergerak Lebih Bebas" yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat (28/8/2026). Diskusi ini menyoroti penurunan berat badan sekitar 10 persen yang berpotensi membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi fisik pada penderita obesitas dengan osteoartritis lutut.

JAKARTA – Penanganan obesitas secara komprehensif dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membantu mengurangi gejala osteoartritis (OA) lutut. Penurunan berat badan sekitar 10 persen dapat memberikan perbaikan gejala yang bermakna pada sebagian orang dengan obesitas dan OA lutut, terutama bila dilakukan bersama pengaturan pola makan, latihan fisik yang disesuaikan, perubahan perilaku, serta dukungan medis sesuai evaluasi dokter.

Orang dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami OA lutut dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis menunjukkan risiko OA lutut pada orang dengan obesitas dapat mencapai 4,6 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan berat badan normal.

Risiko tersebut tidak hanya berkaitan dengan beban mekanis yang lebih besar pada sendi lutut, tetapi juga jaringan lemak yang menghasilkan berbagai faktor proinflamasi yang berpotensi memengaruhi kesehatan sendi.

Hal tersebut menjadi salah satu topik utama dalam diskusi media bertajuk “Hidup Lebih Ringan, Bergerak Lebih Bebas: Memahami Hubungan Obesitas, Osteoartritis Lutut, dan Kualitas Hidup” yang digelar Novo Nordisk Indonesia bersama sejumlah pakar kesehatan di Jakarta pada hari Jumat (28/8).

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi, dr. Ihsan Oesman, Sp.OT, Subsp.K.P., menjelaskan bahwa OA lutut merupakan kondisi kronis yang berkembang secara bertahap dan berdampak langsung pada mobilitas sehari-hari. Pada individu dengan obesitas, perkembangan OA lutut dipengaruhi oleh kombinasi beban mekanis serta faktor biologis jaringan lemak.

“Pengelolaan berat badan yang tepat dan komprehensif merupakan bagian penting dalam membantu mengurangi beban pada sendi lutut. Perubahan pola makan, latihan fisik yang sesuai, dan dukungan perubahan perilaku merupakan fondasi penting dalam manajemen berat badan. Namun, hal ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi individu dengan obesitas,” jelas dia.

Menurutnya, rasa nyeri pada lutut dan keterbatasan gerak sering kali membuat seseorang kesulitan mempertahankan aktivitas fisik. Di sisi lain, rasa lapar atau dorongan makan berulang turut menjadi tantangan dalam menjaga pola makan.

Karena obesitas merupakan penyakit kronis yang kompleks, perubahan gaya hidup saja pada sebagian individu mungkin belum memberikan hasil yang memadai. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan dukungan medis—termasuk farmakoterapi manajemen berat badan—dengan mempertimbangkan indikasi, kondisi klinis, dan kebutuhan masing-masing pasien.

Penurunan Berat Badan dan Perbaikan Gejala OA

Bukti hubungan antara penurunan berat badan dan perbaikan gejala OA lutut antara lain terlihat dalam studi selama 16 minggu terhadap 175 perempuan lanjut usia dengan obesitas dan OA lutut. Mayoritas peserta berhasil mencapai penurunan berat badan lebih dari 10 persen, dengan 64 persen di antaranya mengalami perbaikan gejala yang bermakna pada aspek nyeri dan fungsi aktivitas sehari-hari.

Temuan lain berasal dari uji klinis STEP 9 (STEP OA) yang meneliti penggunaan semaglutide pada orang dengan obesitas dan OA lutut. Studi tersebut menunjukkan penurunan signifikan pada skor nyeri lutut berdasarkan Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC), sekaligus perbaikan fungsi fisik sehari-hari dibandingkan kelompok plasebo.

Hasil studi ini menegaskan bahwa pengelolaan berat badan menjadi bagian krusial dalam pendekatan komprehensif untuk memperbaiki gejala dan fungsi fisik penderita OA lutut, yang tentu perlu berjalan beriringan dengan terapi medis standar.

Sejumlah pedoman klinis internasional pun menempatkan edukasi, pengelolaan berat badan, dan latihan fisik sebagai pilar utama penanganan OA lutut yang disesuaikan dengan kondisi setiap individu.

Menjaga Massa Otot Saat Menurunkan Berat Badan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Dampak kemarau di Kabupaten Bekasi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Dampak kemarau di Kabupaten...

Pameran filateli di Bandung

2 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Pameran filateli di Bandung
Ekonomi
Aksesori lurik berbahan lim...

Festival Hungry Ghost di Medan

3 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Festival Hungry Ghost di Medan

Penukaran uang layak edar

3 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penukaran uang layak edar
Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.