Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Operasi Bypass Minim Invasif, Percepat Pemulihan Pasien Jantung

2 Jumat, 28 Agu 2026, 14:20 WIB | Oleh:
Operasi Bypass Minim Invasif, Percepat Pemulihan Pasien Jantung Operasi Bypass Minim Invasif, Percepat Pemulihan Pasien Jantung Doc: Heartology Cardiovascular Hospital
Ket. Tim dokter Heartology Cardiovascular Hospital sedang melakukan operasi bypass jantung. Teknik MICS pada operasi bypass jantung menggunakan sayatan lebih kecil tanpa membelah tulang dada sehingga berpotensi mempercepat proses pemulihan pasien.

JAKARTA – Operasi bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) merupakan salah satu tindakan medis yang dapat dilakukan pada pasien dengan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Prosedur ini bertujuan membuat jalur baru bagi aliran darah sehingga suplai oksigen ke otot jantung dapat kembali berjalan dengan optimal.

Dalam praktiknya, operasi bypass tidak selalu harus dilakukan melalui metode konvensional dengan membelah tulang dada (sternum). Salah satu pendekatan yang kini berkembang adalah Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS), yang menggunakan sayatan lebih kecil dan mempertahankan tulang dada tetap utuh.

Pendekatan tersebut diterapkan di Heartology Cardiovascular Hospital untuk sejumlah tindakan operasi bypass yang sesuai dengan kondisi klinis pasien.

Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular Heartology Cardiovascular Hospital, dr. Widya Trianita Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), mengatakan bahwa perbedaan utama antara operasi konvensional dan MICS terletak pada akses menuju jantung.

“Pada operasi konvensional, tulang dada (sternum) yang dibelah membutuhkan waktu untuk menyatu dan proses penyembuhannya dapat berlangsung hingga sekitar 12 minggu. Sementara pada MICS, tulang dada tetap utuh,” ujar dr. Widya dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasien tidak perlu menjalani proses pemulihan tulang dada setelah operasi. Pendekatan ini juga berpotensi mengurangi risiko komplikasi yang berkaitan dengan sternum, termasuk infeksi pada tulang dada.

Sayatan Lebih Kecil, Target Bypass Tetap Sama

MICS bukan sekadar memperkecil ukuran sayatan operasi. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah akses yang lebih minimal tetap dapat menghasilkan revaskularisasi pembuluh darah secara optimal.

Data penelitian yang membandingkan MICS CABG dengan CABG konvensional melalui sternotomi pada pasien dengan multivessel disease menunjukkan hasil yang relatif sebanding dalam hal complete revascularization.

Dalam penelitian tersebut, complete revascularization berhasil dicapai pada 95,5% pasien yang menjalani MICS CABG, dibandingkan 96,3% pada kelompok yang menjalani operasi melalui sternotomi. Evaluasi angiografi setelah operasi dan sebelum pasien pulang juga menunjukkan 96,2% graft pada kelompok MICS CABG berada dalam kondisi baik.

Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, Dr. dr. Dudy Arman Hanafy, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), M.A.R.S., menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan pendekatan minimal invasif tidak berarti mengurangi jumlah pembuluh darah yang menjadi target bypass.

“Sayatan yang lebih kecil tidak berarti bypass yang dilakukan menjadi lebih sedikit atau kurang optimal. Tujuan utama operasi tetap tercapai, yaitu membuat jalur baru agar darah dapat melewati pembuluh darah koroner yang tersumbat dan kembali menyuplai otot jantung,” kata Dr. Dudy.

Ia menegaskan bahwa perbedaan utama MICS terletak pada teknik pendekatan operasi, bukan pada target revaskularisasinya.

“Complete revascularization pada MICS CABG mencapai 95,5%, hampir sebanding dengan 96,3% pada operasi konvensional. Jadi, yang kita minimalkan adalah sayatan operasinya, bukan target pembuluh darahnya,” ujarnya.

Berpotensi Mengurangi Perdarahan

Manfaat pendekatan minimal invasif juga diteliti dari aspek perdarahan selama operasi. Pada penelitian terhadap pasien penyakit jantung koroner dengan diabetes melitus tipe 2, pasien yang menjalani MICS CABG tercatat memiliki median perdarahan intraoperatif sebesar 600 mililiter, dibandingkan 700 mililiter pada kelompok CABG konvensional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
Ekonomi
Beras Makin Mahal, Dompet R...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.