Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Diam Menanti Sinyal The Fed di Jackson Hole

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Terkoreksi, Investor Pilih Diam Menanti Sinyal The Fed di Jackson Hole Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi - Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pasar tengah mencari sinyal mengenai arah suku bunga AS, sehingga investor cenderung menahan agresivitas transaksi.

Ketidakpastian kebijakan moneter tersebut membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) relatif terbatas, sementara sentimen domestik yang membaik belum cukup kuat menjadi katalis penggerak indeks.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/8) sore, ditutup melemah 3,63 poin atau 0,06 persen ke posisi 6.518,12 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap penyelenggaraan Simposium Jackson Hole oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,75 poin atau 0,12 persen ke posisi 641,82.

"Bursa regional Asia menguat, sebagian besar pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed di tengah kebuntuan diplomatik AS dengan Iran," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar cenderung menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole pada Jumat (28/08) waktu AS.

Penantian pidato itu untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek suku bunga AS. Meskipun diperkirakan akan kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun 2026, dengan probabilitas kenaikan pada bulan Desember tetap di atas 70 persen.

Untuk pertemuan September 2026 mendatang, pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 65 persen kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Sementara itu, Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid mengatakan kebijakan moneter tidak menghambat perekonomian.

Di sisi lain, sebagian besar pelaku pasar mengabaikan ancaman sanksi AS, yang mana upaya diplomatik AS dengan Iran tetap buntu setelah AS menolak untuk menghidupkan kembali ketentuan perjanjian Juni dan mengatakan bahwa mereka saat ini tidak bernegosiasi dengan Iran.

Sementara itu, AS malah meningkatkan tekanan melalui sanksi baru awal pekan ini, yang dikecam Iran sebagai tindakan yang bermusuhan dan tidak efektif.

Dari dalam negeri, telah terdapat kepastian pemimpin baru Gubernur Bank Indonesia (BI), setelah Komisi XI DPR RI menuntaskan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon pimpinan BI, yang mencakup calon Gubernur BI dan menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI untuk masa jabatan 2026–2031.

Selain itu, demonstrasi tuntutan mengesahkan RUU Perampasan Aset berjalan tertib dan terkendali sehingga situasi relatif stabil pasca demonstrasi.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Megapolitan
BPJS Kesehatan Jakut Maksim...
Luar Negeri
Raja Norwegia, Harald V, Wa...
Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.