Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 17:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohDari sisi teknis, BMKG menyesuaikan metode serta material penyemaian dengan karakteristik atmosfer yang sedang berlangsung. Pada periode musim kemarau, salah satu teknik yang digunakan adalah water mist dengan campuran udara dan surfaktan SLS (Sodium Lauryl Sulfate) untuk membantu mengikat partikel polutan di udara.
Tim supervisi OMC BMKG Sutrisno menjelaskan penggunaan metode tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasi pada musim kemarau.
"Pada modifikasi cuaca kali ini, metode yang digunakan berbeda dengan saat musim penghujan. Pada musim kemarau, kami menggunakan surfaktan yang dicampur dengan udara untuk membantu mengikat polutan dan menurunkan angka polutan di wilayah DKI Jakarta," ujarnya.
Selain metode tersebut, bahan semai kalsium klorida atau CaCl2 dapat digunakan apabila pemantauan menunjukkan adanya pertumbuhan awan yang memenuhi kriteria. Bahan tersebut digunakan untuk membantu proses kondensasi sehingga potensi hujan yang terbentuk secara alami dapat dioptimalkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika hasil pemantauan menunjukkan adanya pertumbuhan awan yang memenuhi kriteria, bahan semai CaCl2 dapat digunakan untuk membantu proses kondensasi awan. Metode ini dilakukan secara bersama dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang ada," jelas Sutrisno.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!