Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya

31 Jumat, 28 Agu 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya Doc: ANTARA/HO-Undip
Ket. Peneliti Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro Semarang Dr. Mohamad Endy Julianto.

SEMARANG-- Peneliti Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro Semarang Dr. Mohamad Endy Julianto melakukan riset tentang pemanfaatan pati singkong sebagai basis teknologi pemadaman kebakaran.

"Pati singkong bukanlah zat pemadam api secara alami. Justru, pati merupakan material organik yang dapat terbakar," katanya, dalam pernyataan di Semarang, Jumat.

Karena itu, kata dia, pendekatan yang lebih rasional adalah merekayasa pati singkong menjadi formulasi berbasis air, seperti water-enhancing agent, gel suppressant, atau hidrogel.

Jadi, air mampu melekat lebih lama pada vegetasi, menyerap panas, mempertahankan kelembapan, dan memperlambat penyebaran api.

Dengan kata lain, kata dia, yang menjadi kekuatan bukan sekadar tepungnya, melainkan rekayasa material yang mengubah pati menjadi sistem pemadam yang lebih fungsional.

Menurut dia, kajian tersebut, sekaligus memberikan perspektif ilmiah yang jauh lebih presisi terhadap istilah populer "ubi bombing".

Ia mengatakan riset tersebut tidak sekadar melihat singkong sebagai bahan sederhana yang mudah ditemukan.

Akan tetapi, membedahnya dari perspektif teknik kimia, ilmu material, "transport phenomena", "process safety", hingga rekayasa pemadaman kebakaran.

Di sinilah, keunggulan pendekatan rekayasa kimia terlihat, yakni pati singkong memiliki gugus hidroksil yang bersifat hidrofilik sehingga dapat berinteraksi dengan air.

Melalui proses seperti gelatinisasi, modifikasi, grafting, dan cross-linking, lanjut dia, pati berpotensi dikembangkan menjadi jaringan hidrogel yang mampu mempertahankan air lebih lama.

Konsepnya sederhana tetapi sangat kuat, yakni pati singkong mengalami rekayasa formulasi menghasilkan hidrogel yang membuat air tertahan sehingga adhesi meningkat, panas terserap, temperatur bahan bakar menurun, dan propagasi api terhambat.

Ia mengatakan formulasi ideal harus memiliki keseimbangan antara viskositas, kemampuan menyerap air, adhesi, kemudahan dipompa, kemampuan disemprotkan, serta ketahanan terhadap evaporasi dan "runoff".

Bahkan, karakter "shear-thinning" menjadi sangat penting, yakni bagaimana material cukup encer ketika dipompa dan disemprotkan, tetapi mampu menjadi lebih melekat setelah mencapai permukaan vegetasi.

"Inilah wilayah pertemuan antara rekayasa kimia, mekanika fluida, dan rheology," kata pengajar Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) SV Undip itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Main di Kandang, Arema FC Digulung Bali United

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main di Kandang, Arema FC D...

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.