Belanda Sahkan Musim Panas 2026 Sebagai yang Paling Terik Sepanjang Sejarah
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 22:10 WIB | Oleh: Deri HenriawanISTANBUL - Belanda mengalami musim panas paling terik dibandingkan sejak pengukuran suhu pada 1901, menurut data Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI), seperti dilaporkan media setempat, Kamis (27/8).
Suhu rata-rata selama tiga bulan terakhir di stasiun utama KNMI di De Bilt mencapai 19,3 derajat Celsius, menurut lembaga penyiaran publik Belanda NOS. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2018 sebesar 18,9 derajat Celsius.
Musim panas tahun ini ditandai dengan gelombang panas berulang, malam yang sangat hangat, serta kekeringan berkepanjangan, menurut laporan tersebut.
KNMI mengeluarkan peringatan merah pertama dalam sejarahnya untuk kondisi panas ekstrem pada Juni lalu.
"Kami mencatat suhu di atas 35 derajat pada hari terbanyak saat ini, masa hari tropis juga lebih panjang dari sebelumnya. Belum pernah sebelumnya kami mengalami begitu banyak hari berturut-turut dengan suhu malam hari mencapai 22 derajat atau lebih," kata pakar iklim KNMI Peter Siegmund.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wilayah selatan Belanda mengalami panas malam yang sangat parah, lapor NOS. Di Maastricht, suhu bertahan di atas 22 derajat Celsius selama tiga malam berturut-turut untuk pertama kalinya dalam catatan pengukuran.
"Jika emisi (rumah kaca) tetap tinggi, suhu seperti yang terjadi tahun ini akan menjadi suhu musim panas yang umum terjadi sekitar tahun 2050," kata Siegmund.
Berdasarkan perhitungan Siegmund, musim panas dengan suhu seperti yang tercatat tahun ini kini dapat terjadi sekali dalam lima tahun dalam kondisi iklim saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seiring dengan berlangsungnya pemanasan global, kondisi seperti itu diperkirakan akan semakin sering terjadi.
Siegmund mengatakan kebijakan iklim yang efektif masih dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan suhu dalam jangka panjang.
Pada 2050, perbedaan antara skenario emisi tinggi dan rendah KNMI dapat mencapai sekitar 1 derajat Celsius dan meningkat menjadi 4 derajat Celsius pada akhir abad ini, ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!