Gubernur Kalsel Minta Penanganan Karhutla Banjarbaru Dipercepat dan Atasi Krisis Air
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 01:05 WIB | Oleh: AlfredBANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin menginstruksikan seluruh jajaran penanggulangan bencana untuk segera mengeksekusi langkah konkret di lapangan guna mengatasi krisis air dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Rabu (26/8).
Langkah tegas ini diambil menyusul data BPBD Kalsel yang mencatat luas lahan terbakar di seluruh wilayah provinsi telah menembus 9.088 hektare sepanjang musim kemarau tahun ini.
“Persoalan ketersediaan air harus segera ditangani karena menjadi salah satu kendala utama pemadaman karhutla di sejumlah kawasan,” kata dia setelah Rakor Penanganan Karhutla di Posko Pantau Pengayuan, Liang Anggang, Banjarbaru, Rabu.
Oleh karena itu, kata dia, hasil koordinasi tidak cukup berhenti pada pembahasan, tetapi harus segera diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan penanganan karhutla diarahkan pada tiga kawasan yang dinilai menjadi titik krusial di Kota Banjarbaru, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan Landasan Ulin.
“Kita membangun sistem permanen yang mampu memutus siklus kebakaran berulang setiap musim kemarau, melalui ketersediaan air, perendaman lahan, penempatan pompa dan penyediaan kolam biofloc portable,” ucapnya.
Dia juga meminta percepatan penanganan apabila titik api membesar, termasuk penggunaan helikopter pengebom air "water bombing" apabila kondisi dan status darurat memungkinkan, sementara masyarakat diminta segera melaporkan titik api agar dapat ditindaklanjuti petugas sebelum kebakaran meluas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Target penanganan karhutla bukan hanya memastikan api padam saat ini, tetapi membangun sistem air, peralatan, personel dan pola pencegahan yang membuat kebakaran lebih sulit berulang pada musim kemarau berikutnya,” ujar Gubernur Muhidin.
Hingga 25 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat 1.903 kejadian karhutla di provinsi itu dengan luas terdampak 9.088 hektare. Kabupaten Banjar 388 kejadian dengan luas 2.037,72 hektare, Tanah Laut 301 kejadian dengan luas 1.661,77 hektare, dan Banjarbaru 360 kejadian dengan luas 1.398,40 hektare.
Hulu Sungai Selatan mencatat 246 kejadian dengan luas 1.171,63 hektare, Tapin 151 kejadian dengan luas 861,75 hektare, dan Barito Kuala 132 kejadian dengan luas 803,20 hektare, Hulu Sungai Utara 93 kejadian dengan luas 507,78 hektare, Hulu Sungai Tengah 57 kejadian dengan luas 153,61 hektare, Tanah Bumbu 48 kejadian dengan luas 150,35 hektare, Tabalong 29 kejadian dengan luas 135,13 hektare, dan Kotabaru 42 kejadian dengan luas 40,42 hektare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!