DPRD DKI Minta Pemprov Gencarkan Edukasi Bencana dan APAR
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 15:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Kebakaran yang melanda sejumlah permukiman padat di Jakarta menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran berbasis masyarakat, terutama di kawasan dengan tingkat kepadatan bangunan tinggi.
Salah satu kebakaran terjadi di Jalan Kramat Sawah, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8) malam. Sedikitnya 15 rumah hangus terbakar dan kejadian tersebut berdampak terhadap 32 kepala keluarga (KK) atau sekitar 120 jiwa.
Dalam proses pemadaman, sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dengan 145 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain di kawasan tersebut.
Kebakaran juga terjadi di Jalan Rasamala II, RT 06/RW 08, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 03.20 WIB. Api menghanguskan sejumlah bangunan yang terdiri atas rumah tinggal, rumah kost, dan tempat usaha fotokopi dengan luas area terdampak mencapai sekitar 1.200 meter persegi.
Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik saat sebagian besar warga sedang tertidur. Kebakaran itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dengan 86 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Muhammad Hasan Abdillah menyampaikan belasungkawa dan empati kepada warga yang menjadi korban kebakaran. Namun, menurutnya, penanganan bencana kebakaran tidak seharusnya hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar.
"Yang utama tentu empati kepada warga. Semoga mereka diberi kekuatan," ujar Hasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasan menilai kepadatan permukiman menjadi salah satu faktor yang membuat api berpotensi cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi penting dalam mengendalikan api sejak tahap awal.
Karena itu, ia mendorong Pemprov DKI memperluas ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Menurutnya, keberadaan APAR dapat membantu warga menangani api ketika ukurannya masih kecil sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.
"APAR itu penting. Api yang masih kecil bisa segera ditangani sebelum membesar," kata dia.
Hasan juga meminta penyediaan APAR dibarengi dengan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran secara rutin. Warga perlu mengetahui cara menggunakan APAR dengan benar, melakukan evakuasi secara aman, serta segera menghubungi petugas ketika terjadi kebakaran.
"Jangan bergerak setelah kebakaran terjadi. Pencegahan dan edukasi harus diperkuat," tegas politisi PKS tersebut.
Menurut Hasan, kesiapsiagaan masyarakat dapat menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran di kawasan padat penduduk. Pemerintah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!