Ancaman Karhutla di Depan Mata! Gubernur Papua Minta Warga Tak Bakar Lahan
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 04:31 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAYAPURA - Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri meminta masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di wilayah setempat tidak menggunakan api untuk membuka kebun maupun membersihkan lahan selama musim kemarau.
"Saat ini kondisi cuaca panas di sejumlah wilayah Papua berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," katanya di Jayapura, Selasa (25/8).
Oleh sebab itu, jangan main bakar-bakar, ini berisiko pada kebakaran hutan. Dan ini berdampak juga nanti untuk iklim dan cuaca yang ada di Papua.
"Seperti saat ini di mana kondisi kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Biak Numfor sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya juga meminta untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua agar melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya minta Kepala BPBD provinsi dan kabupaten setempat untuk mengecek dan melakukan imbauan-imbauan agar hal tersebut tidak terjadi," katanya.
Dia menambahkan, kondisi cuaca di setiap wilayah Papua berbeda namun sejumlah daerah saat ini mengalami suhu yang cukup panas sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.
"Pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Untuk itu semua meninggalkan kebiasaan membakar lahan ketika membuka kebun. Sisa vegetasi yang terdapat di lahan dapat dibiarkan membusuk secara alami sehingga menjadi humus yang bermanfaat bagi kesuburan tanah," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!