Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 03:12 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBANGKOK - Seorang wanita Rusia yang ditemukan dalam kondisi terluka di kota perbatasan Thailand setelah melarikan diri dari area penipuan di negara tetangga, Myanmar, telah keluar dari rumah sakit dan kini ditangani sebagai korban perdagangan orang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Konsuler Kedutaan Besar Rusia di Thailand Ilya Ilyin pada Senin.
"Kemarin, Komisi Khusus Bidang Sosial Thailand secara resmi mengakui Maria Ts sebagai korban perdagangan manusia. Maria sudah keluar dari rumah sakit. Setelah keluar, warga negara Rusia itu kemudian dibawa ke pusat bantuan korban yang merupakan prosedur standar untuk kasus semacam ini," kata dia.
Ilyin menjelaskan bahwa agar dapat meninggalkan Thailand secara sah, Maria terlebih dahulu harus diakui secara resmi sebagai korban perdagangan orang (TPPO) dan proses tersebut mengharuskan tinggal sementara di pusat bantuan korban.
Maria mendapat bantuan dari staf konsulat kehormatan Rusia di Kota Chiang Mai dan dari para relawan, dan dia akan segera kembali ke tanah air, kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maria ditemukan dalam kondisi babak belur di Kota Mae Sai, Thailand, yang diduga akibat penganiayaan pada 9 Agustus.
Relawan yang membantunya mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Maria dalam kondisi baik dan ingin sekali segera kembali ke Rusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!