Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Penelitian Terbaru Libatkan 1 Juta Warga! Cara Minum yang Salah Ini Dikaitkan dengan Risiko Kanker

29 Kamis, 17 Sep 2026, 06:14 WIB | Oleh:
Penelitian Terbaru Libatkan 1 Juta Warga! Cara Minum yang Salah Ini Dikaitkan dengan Risiko Kanker Penelitian Terbaru Libatkan 1 Juta Warga! Cara Minum yang Salah Ini Dikaitkan dengan Risiko Kanker Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi - Peserta menunjukan produk berbasis teh pada pameran West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/6).

JAKARTA - Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Oxford mengungkapkan kesalahan minum teh atau kopi seperti sangat panas secara rutin dikaitkan dengan risiko salah satu jenis kanker kerongkongan yakni squamous cell carcinoma (SSC) atau karsinoma sel skuamosa.

Dilaporkan laman New York Post, Sabtu (12/9) waktu setempat, penelitian tersebut melibatkan hampir 1 juta orang dewasa di Inggris dan menjadi penelitian terbesar mengenai hal ini hingga saat ini. Sekitar setengah peserta berasal dari Million Women Study (MWS) dan dipantau selama rata-rata 14 tahun. Separuh lainnya berasal dari UK Biobank (UKB) dan dipantau selama 11 tahun.

Sudi tersebut diterbitkan dalam International Journal of Cancer itu para peneliti memperkirakan bahwa jika hubungan yang ditemukan mencerminkan hubungan sebab-akibat, sekitar 14 persen kasus SCC berpotensi dicegah apabila masyarakat mengonsumsi minuman dalam kondisi

“Dibandingkan dengan orang yang melaporkan minum minuman dalam kondisi ‘hangat’, mereka yang mengonsumsinya dalam kondisi ‘panas’ memiliki risiko SCC sekitar 1,7 kali lebih tinggi, sementara mereka yang mengonsumsi minuman ‘sangat panas’ memiliki risiko sekitar tiga kali lebih tinggi,” kata Keren Papier yang merupakan ahli epidemiologi nutrisi di Universitas Oxford, yang menjadi penulis utama penelitian tersebut.

Mengonsumsi enam cangkir atau lebih minuman panas per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit tersebut sebesar 71 persen. Namun, hubungan serupa tidak ditemukan pada adenokarsinoma esofagus (AC), jenis kanker yang berkembang di bagian bawah kerongkongan.

Meski demikian, penelitian tersebut memiliki keterbatasan mencakup suhu minuman hanya dilaporkan sendiri oleh peserta dan tidak diukur secara langsung. Karena toleransi setiap orang terhadap panas berbeda, peserta mungkin mengategorikan suhu yang sebenarnya serupa secara berbeda.

“Temuan ini bukan berarti orang harus berhenti minum teh atau kopi. Cukup biarkan minuman Anda sedikit mendingin sebelum meminumnya,” kata Papier.

Dari luar tim penelitian tersebut, Kepala bedah onkologi sekaligus salah satu direktur tim onkologi gastrointestinal di Stony Brook Cancer Center, New York, Dr. Aaron Sasson mengatakan telah diketahui bahwa mengonsumsi minuman atau cairan panas dapat mengiritasi kerongkongan dan berpotensi berkontribusi terhadap perkembangan kanker kerongkongan.

Semakin panas cairannya, kata Sasson, semakin tinggi risiko terjadinya “cedera akibat panas”.

“Mirip seperti ketika tangan terbakar. Jika tangan mengalami luka bakar, Anda memiliki peningkatan risiko terkena karsinoma sel skuamosa pada kulit di area yang terbakar tersebut. Jadi, bayangkan hal itu sebagai luka bakar yang terus berulang pada kerongkongan,” ujar Sasson.

Sasson mengatakan sejumlah faktor risiko kanker kerongkongan lainnya seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, refluks asam lambung, dan obesitas.

Ia juga sepakat dengan penelitian tersebut bahwa jika mengonsumsi teh atau kopi panas, mungkin sebaiknya membiarkannya dingin sedikit.

“Jika membatasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok, Anda sudah melakukan banyak hal untuk menjaga kesehatan kerongkongan,” kata Sasson.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Ajak Pemu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.