Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas
📅 Senin, 24 Agu 2026, 21:10 WIB | Oleh: Haryo BronoRumah Kecil Mengalami Kenaikan Harga di Sejumlah Kota
Perbedaan dinamika pasar juga terlihat berdasarkan luas bangunan. Untuk rumah dengan luas bangunan hingga 60 meter persegi, Jakarta Selatan mencatat pertumbuhan median harga tertinggi sebesar 29,4% YoY dengan median harga mencapai Rp1,1 miliar. Pada segmen luas bangunan 61–90 meter persegi, pertumbuhan tertinggi tercatat di Yogyakarta sebesar 28,4% dengan median harga Rp1,1 miliar. Sementara pada segmen 91–150 meter persegi, Makassar mencatat pertumbuhan sebesar 12,3% dengan median harga Rp1,6 miliar.
Pertumbuhan pada segmen rumah dengan luas bangunan paling kecil menjadi perhatian karena kategori tersebut banyak dicari pembeli rumah pertama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterjangkauan harga secara nasional tidak selalu mencerminkan kondisi di setiap kota maupun segmen hunian.
Pasar Properti di Tengah Kebijakan Hunian
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkembangan pasar rumah sekunder tersebut berlangsung di tengah berbagai kebijakan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian. Program 3 Juta Rumah menjadi salah satu agenda utama, sementara pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026 diarahkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja informal.
Marisa menambahkan bahwa keputusan membeli rumah saat ini tidak bisa lagi hanya berpatokan pada kapan harga turun, melainkan ketersediaan unit yang sesuai di lokasi incaran serta penyesuaian anggaran. Oleh karena itu, ketersediaan data mengenai lokasi, harga, pilihan properti, dan pembiayaan menjadi makin krusial saat pasokan rumah sekunder menurun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!