Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

📅 Senin, 24 Agu 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Jaksinema di Rumah Susun Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8). Kehadiran bioskop mini tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperluas ekosistem Jakarta Kota Sinema sekaligus membuat akses terhadap film Indonesia semakin dekat dengan masyarakat.

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Jaksinema di Rumah Susun Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8). Kehadiran bioskop mini tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperluas ekosistem Jakarta Kota Sinema sekaligus membuat akses terhadap film Indonesia semakin dekat dengan masyarakat.

Jaksinema Pasar Rumput menyediakan 43 kursi dan khusus menayangkan film-film Indonesia. Harga tiketnya dipatok Rp15.000 untuk hari biasa dan Rp20.000 pada akhir pekan sehingga diharapkan dapat menjadi pilihan hiburan yang terjangkau bagi warga.

"Saya pribadi senang melihat berbagai inisiatif dan inovasi yang dilakukan Perumda Pasar Jaya dalam menghidupkan kawasan pasar di Jakarta. Mulai dari revitalisasi dan penataan pasar, menyediakan sarana pendukung, digitalisasi transaksi melalui QRIS yang memudahkan pedagang dan masyarakat, hingga kehadiran Jaksinema melalui kolaborasi Perumda Pasar Jaya dengan Layar Digi," ujar Rano.

Menurut Rano, Jaksinema melengkapi berbagai kebijakan Pemprov DKI dalam membangun ekosistem perfilman di Jakarta. Sejumlah program yang telah dikembangkan antara lain Jakarta Film Commission, platform layanan terpadu Filming in Jakarta, serta kebijakan pengurangan hingga 50 persen PBJT untuk pemutaran film nasional.

"Jaksinema hadir melengkapi ikhtiar terwujudnya visi tersebut dengan menghadirkan bioskop mini yang memutar film-film Indonesia. Inisiatif ini menambah ruang apresiasi masyarakat terhadap karya anak bangsa, sekaligus menunjukkan bagaimana kota dapat memberi ruang bagi film dan ekonomi kreatif untuk tumbuh," katanya.

Rano juga menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap film nasional sepanjang 2026. Berdasarkan data Cinepoint dan pelacakan film nasional yang disampaikannya, sekitar 93 film Indonesia telah ditayangkan sepanjang Januari hingga Juli 2026 dengan jumlah penonton mencapai 40.711.772 orang.

Pangsa penonton film nasional pada periode tersebut disebut telah mencapai sekitar 67 persen. Kondisi ini dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan lebih banyak ruang pemutaran film yang mudah dijangkau masyarakat.

"Di tengah perkembangan tersebut, kita perlu merespons kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi terhadap film Indonesia dengan menghadirkan Jaksinema yang lebih dekat kepada warga dengan harga yang terjangkau," tutur Rano.

Pemprov DKI melihat keberadaan bioskop di kawasan permukiman dan pasar tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan. Kehadiran ruang pemutaran film juga dinilai dapat menciptakan aktivitas baru sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif lainnya.

"Semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran film, maka ekosistem film dan subsektor kreatif lainnya menjadi semakin kuat yang pada akhirnya turut menggerakkan industri kreatif di Jakarta," ungkap Rano.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berencana mendorong konsep serupa untuk dikembangkan di rumah susun dan pasar lainnya. Dengan begitu, masyarakat di berbagai kawasan Jakarta dapat memperoleh akses hiburan, ruang apresiasi karya film, sekaligus kesempatan mengembangkan kreativitas.

"Mudah-mudahan Jaksinema ada di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, agar penghuni rumah susun mendapat tempat hiburan dan bisa menyalurkan bakat. Saya yakin di setiap tempat ada anak-anak muda yang kreatif," katanya.

Rano menegaskan pembangunan Jakarta sebagai kota sinema tidak cukup hanya dengan membuat kebijakan atau menggunakan slogan. Menurutnya, Jakarta Kota Sinema perlu dibangun sebagai ekosistem yang mencakup kebijakan, produksi, pengembangan talenta, hingga penyediaan fasilitas pemutaran film.

"Saya percaya bahwa kota sinema bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan menjadi ekosistem yang nyata dan menjadi bagian dari wajah Jakarta ke depan. Karena itu, langkahnya harus kita bangun secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, produksi, pencarian talenta, hingga fasilitas pemutaran film," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

4 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.