Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa
📅 Senin, 24 Agu 2026, 21:39 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan kekeringan di Daerah Irigasi (DI) Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Melalui BBWS Bengawan Solo, Kementerian PU telah melakukan normalisasi sungai dan pembuatan alur air sepanjang 1.670 meter pada Minggu (23/8).
Langkah ini untuk memperlancar distribusi air ke areal persawahan yang terdampak. Sejumlah alat berat dan pompa juga dimobilisasi ke lokasi guna meningkatkan debit air.
Dari total 539,80 hektare sawah yang terdampak kekeringan di DI Bengawan Jero, sekitar 426,80 hektare sudah berhasil terairi. Sementara sekitar 113 hektare sawah di bagian hilir masih belum mendapatkan suplai air.
Kepala BBWS Bengawan Solo Gatut Bayuadji mengatakan, normalisasi Sungai Deket dan pemompaan air dari Sungai Bengawan Solo ke Sungai Blawi akan dilanjutkan pada Senin (24/8).
"Dengan begitu diharapkan produktivitas pertanian tidak berkurang sehingga dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan," jelas Gatut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penanganan dilakukan pada Sungai Deket atau anak Sungai Blawi, Sungai Corong, dan Sungai Malang. Pembukaan alur sungai bertujuan melancarkan aliran air dari Sungai Blawi untuk pemompaan menuju jaringan irigasi. Air tersebut mengairi sawah di Desa Soko, Kecamatan Glagah, dan Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun.
Untuk mempercepat pekerjaan, Kementerian PU mengerahkan 3 unit excavator amphibi. Ditambah 1 unit excavator amphibi milik Pemprov Jawa Timur.
Dukungan pompa juga dikerahkan. Terdiri dari 2 unit mobile pump di Pintu Melik II, 3 unit pompa Alkon 6 inci, dan 3 unit Alkon 3 inci. Pemompaan memanfaatkan sumber air dari Sungai Blawi dan Sungai Bengawan Solo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Kementerian PU akan melanjutkan pembuatan alur sungai sepanjang sekitar 4 km sesuai permohonan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A). Tujuannya memperlancar distribusi air ke wilayah persawahan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penanganan kekeringan harus dilakukan cepat, terukur, dan terpadu. “Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Kementerian PU akan terus memastikan infrastruktur sumber daya air berfungsi optimal di tengah kondisi kekeringan. Tujuannya menjaga keberlanjutan layanan irigasi dan mendukung swasembada pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!