Warga Sarawak Tercekik Kabut Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Sekolah-Sekolah Ditutup
📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 11:37 WIB | Oleh: Tim PenulisKUCHING - Otoritas Sarawak memerintahkan penutupan 591 sekolah di 10 distrik selama dua hari karena kondisi kabut asap yang memburuk di negara bagian Malaysia Timur tersebut.
Penutupan yang mulai berlaku Kamis (20/8) ini berdampak pada sekolah dasar dan menengah di Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong, demikian pernyataan Departemen Pendidikan Sarawak di Facebook.
“Keputusan ini merupakan tindakan pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko terpapar udara yang tidak sehat,” kata Departemen Pendidikan Sarawak.
Departemen tersebut menyatakan total 197.323 siswa terdampak - 107.590 siswa dari 509 sekolah dasar dan 89.733 siswa dari 82 sekolah menengah.
Proses belajar mengajar berbasis rumah akan diterapkan selama penutupan untuk memastikan pembelajaran siswa tetap berjalan tanpa gangguan, tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkembangan lebih lanjut mengenai periode penutupan dan pembukaan kembali sekolah akan diumumkan melalui saluran resmi dan kantor pendidikan distrik masing-masing, kata departemen tersebut.
Ini menandai kali kedua bulan ini sekolah-sekolah di Sarawak diperintahkan untuk ditutup karena kabut asap.
Pekan lalu, sekolah-sekolah di kota Serian ditutup selama tiga hari ketika tingkat indeks polusi udara (API) sempat melebihi 200, menurut laporan media Malaysia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Skala API (Average Pharmaceutical Ingredient) yang digunakan oleh lembaga tersebut mencantumkan angka 0 hingga 50 sebagai baik, 51 hingga 100 sebagai sedang, 101 hingga 200 sebagai tidak sehat, 201 hingga 300 sebagai sangat tidak sehat, dan di atas 300 sebagai berbahaya.
Pada hari Kamis, Serian mencatat angka API sebesar 193, diikuti oleh 190 di Kuching dan 173 di Samarahan, menurut The Star.
Tingkat API di Serian berada di angka 239 pada pukul 11 pagi hari Jumat, menurut unggahan di Facebook dari Badan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak (NREB), yang mengkategorikan kualitas udara sebagai "sangat tidak sehat".
Para pejabat lingkungan Sarawak memperingatkan kondisi berkabut dapat berlanjut sepanjang akhir pekan jika pembakaran biomassa terus berlanjut.
Kabut asap juga melanda Singapura. Sesi khutbah Jumat akan dipersingkat sementara mulai pekan ini mengingat kondisi cuaca yang menantang, kata Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), Jumat (21/8).
Kondisi kering di wilayah tersebut juga diperkirakan akan berlanjut, kata Layanan Meteorologi Singapura (MSS) dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan awal pekan ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!