Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Dorong Hilirisasi Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 20:22 WIB | Oleh:
Menbud Dorong Hilirisasi Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Nasional Doc: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menegaskan budaya tidak boleh hanya dipandang sebagai warisan yang dilestarikan semata. Menurut dia, kekayaan budaya Indonesia perlu dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi budaya dan pemanfaatan kekayaan intelektual.

Pernyataan tersebut disampaikan Menbud Fadli saat menghadiri peluncuran buku 'Ruhut-Ruhut Adat Batak Toba di Jabodetabek' terbitan Lokus Adat Budaya Batak. Acara berlangsung di Auditorium Universitas Mpu Tantular, Jakarta Timur, Kamis (25/6).

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya sangat besar selain sumber daya alam yang dimiliki bangsa selama ini. Menurutnya, keragaman budaya merupakan modal penting untuk mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

"Kebudayaan sangat luas, inilah kekayaan luar biasa yang kita miliki. Saya menyebutnya sebagai mega diversity, budaya merupakan modal yang sangat penting," kata dia dalam keterangan per Jumat (26/6).

Kementerian Kebudayaan, kata Fadli, ingin menjadikan budaya sebagai 'engine of growth' atau mesin pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Upaya tersebut ditempuh melalui hilirisasi budaya yang bertumpu pada perlindungan dan pengembangan kekayaan intelektual masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 memandang kebudayaan lebih luas dibandingkan sekadar ruang kesenian nasional. Regulasi tersebut mencakup sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan, termasuk adat istiadat, bahasa, tradisi lisan, serta manuskrip bersejarah Indonesia.

Dalam konteks budaya Batak, unsur-unsur tersebut menjadi kekayaan yang perlu terus didokumentasikan serta diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia mengapresiasi terbitnya buku 'Ruhut-Ruhut Adat Batak Toba di Jabodetabek' sebagai pedoman adat yang berkelanjutan.

"Saya mengapresiasi upaya adaptasi adat Batak Toba di wilayah Jabodetabek dengan konsep 3E, yaitu Esensial, Efektif, dan Efisien. Pendekatan tersebut dinilai sebagai bentuk penyesuaian yang tetap menjaga nilai-nilai adat di tengah kehidupan masyarakat perkotaan," ujar dia.

Ia menilai keberagaman budaya menjadi kekuatan Indonesia dalam membangun identitas sekaligus meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global. Ia mencontohkan film bertema budaya Batak yang berhasil meraih penonton besar sebagai bukti budaya lokal diterima masyarakat.

Ketua Umum Dewan Mangaraja LABB, Pontas Sinaga, berharap buku tersebut menjadi jembatan antargenerasi dalam memahami nilai adat Batak Toba. Buku itu diterbitkan sebagai panduan pelaksanaan adat Batak Toba di Jabodetabek tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang diwariskan.

"Kami berharap buku ini mampu membangun jembatan antara generasi tua dan generasi muda. Sehingga anak-anak muda Batak tidak hanya mengenal adat sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai identitas dan kebanggaan masa depan," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.