Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanggulangi DBD, Program Wolbachia Mulai Diterapkan di Cengkareng

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 08:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanggulangi DBD, Program Wolbachia Mulai Diterapkan di Cengkareng Doc: Beritajakarta
Ket. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat,Jumat (21/8), menerapkan program penanggulangan wabah DBD melalui metode wolbachia di wilayah Kecamatan Cengkareng.

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai menerapkan program penanggulangan wabah demam berdarah dengue (DBD) melalui metode wolbachia di wilayah Kecamatan Cengkareng pada hari Jumat (21/8).

Penerapan program ini ditandai dengan penyerahan 4.000 telur nyamuk aedes aegypti yang diinfeksi bakteri wolbachia di RPTRA Utama, Jalan Utama Raya, RT 09/04 Kelurahan Cengkareng Barat.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin, mengimbau seluruh pihak terkait, mulai dari unsur masyarakat dan stakeholder agar menyukseskan program ini.

Diharapkan Imron, program wolbachia di wilayah Kecamatan Cengkareng, bisa terlaksana maksimal. Dengan begitu, warga akan terbebas dari penyakit demam berdarah.

“Kami harapkan, implementasi program wolbachia di Kecamatan Cengkareng bisa berhasil seperti yang pernah dilakukan di Kecamatan Kembangan," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni menkjelaskan, pengentasan DBD melalui program wolbachia hanyalah salah satu upaya. Ia meminta agar upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang biasa dilaksanakan tetap berjalan maksimal.

"Upaya-upaya lain yang tidak dilupakan yaitu PSN. Jadi, PSN harus tetap rutin, konsisten dilaksanakan," imbuhnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna mengungkapkan kasus DBD tahun 2026, di wilayah Jakarta Barat berdasarkan laporan hingga 20 Agustus 2026, Incident Rate (IR) atau angka kasus baru 62.3 per 100.000 penduduk dan jumlah kasus sebanyak 1.591.

Dari delapan kecamatan yang ada di Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng dengan jumlah 563 kasus dan angka IR 96,7, merupakan yang tertinggi.

"Karena itu kami pilih Kecamatan Cengkareng menjadi implementasi kedua program Wolbachia di Jakarta Barat, setelah sebelumnya Kecamatan Kembangan," ujarnya.

Diungkap Sahruna, implementasi program wolbachia di Kecamatan Kembangan efektif memberikan dampak penurunan kasus DBD. Sehingga saat ini, Kecamatan Kembangan merupakan kawasan dengan angka IR terendah di Jakarta Barat.

Dalam kegiatan peluncuran ini, diserahkan delapan ember yang masing-masing berisi 500 telur nyamuk aedes aegypti yang diinfeksi bakteri wolbachia kepada perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan enam orang tua asuh (OTA) perwakilan dari enam kelurahan di Jakarta Barat.

Dua ember di antaranya l diterima Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin dan ditempatkan di kawasan RPTRA Utama.

"Nantinya secara bertahap akan diserahkan ke 7669 OTA se-Kecamatan Cengkareng. Setiap OTA akan diserahi satu ember wolbachia," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter
    Preview komentar:
    Program diskon kemerdekaan yang diluncurkan oleh Pertamina ini ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Wujud Kepedulian Sesama, BK...
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.