Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha

28 Sabtu, 22 Agu 2026, 08:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha Doc: ANTARA
Ket. Gambar udara lahan pertanian terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2026).

PALU –Sekitar 1.400 hektare (ha) lahan pertanian di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, terdampak kekeringan dan krisis air bersih menyusul musim kemarau panjang.

"Hujan tidak turun sejak pertengahan Juni 2026, sehingga ketersediaan dan debit air di sejumlah wilayah terus menurun hingga memicu kekeringan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Asbudianto, dalam keterangan di Palu, Jumat (21/8).

Ia menjelaskan bencana kekeringan tersebut tersebar di sembilan desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mepanga, Kecamatan Bolano Lambunu dan Kecamatan Tomini.

Sembilan desa terdampak meliputi Desa Kotaraya Induk, Kotaraya Barat, Kotaraya Timur, Kotaraya Selatan, Kotaraya Tenggara, Kayu Agung, dan Ogotion di Kecamatan Mepanga. Kemudian, Desa Anutapura di Kecamatan Bolano Lambunu serta Desa Ambesia Barat di Kecamatan Tomini.

Sektor pertanian menjadi wilayah paling terdampak akibat kemarau panjang. Di Kecamatan Mepanga, sawah seluas sekitar 100 hektare di Desa Kotaraya Induk, sekitar 100 hektare di Desa Kotaraya Barat, sekitar 400 hektare di Desa Kotaraya Timur, serta sekitar 100 hektare di Desa Kotaraya Tenggara mengalami kekeringan. Sementara itu, lahan pertanian di Desa Kotaraya Selatan seluas sekitar 200 hektare dan Desa Ogotion seluas sekitar 400 ha terancam mengalami gagal panen.

Selain lahan sawah, sektor perkebunan juga mengalami dampak serupa, meliputi sekitar 80 hektare di Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu serta sekitar 20 hektare di Desa Ambesia Barat, Kecamatan Tomini.

"Total luas area pertanian dan perkebunan yang terdampak mencapai kurang lebih 1.400 hektare," ungkapnya.

Tak hanya mengancam sektor pangan, kemarau panjang juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di Desa Kayu Agung, pasokan air bersih warga berkurang drastis akibat penurunan debit air pada sumber air utama.

"Debit sumber air utama di Desa Kayu Agung saat ini tinggal tersisa sekitar 25 persen dari kondisi normal, sehingga distribusi air bersih tidak maksimal. Di desa ini tercatat ada dua kepala keluarga yang sangat membutuhkan pasokan air bersih mendesak," ungkapnya.

Meski demikian, BPBD mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut. Untuk menangani dampak kekeringan yang kian meluas, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat (assessment), meninjau titik kekeringan, serta berkoordinasi erat dengan pemerintah desa setempat.

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga dan petani saat ini antara lain bantuan mesin pompa air (alkon), pembuatan sumur bor, serta penyaluran pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Luar Negeri
Restoran-restoran di Sardin...

Audiensi Menkomdigi-Kapolri

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Audiensi Menkomdigi-Kapolri
Nasional
52 Persen BUMN Bebani Keuan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.