Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puluhan Warga AS Keracunan Kecambah Alfalfa, Terinfeksi Salmonella dan E.Coli

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 10:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Puluhan Warga AS Keracunan Kecambah Alfalfa, Terinfeksi Salmonella dan E.Coli Doc: KSDK News
Ket. Kecambah alfalfa terkait dengan wabah keracunan makanan serta infeksi salmonell dan E.Coli

NEW YORK — Pejabat kesehatan AS mengatakan wabah keracunan makanan yang terkait dengan kecambah alfalfa dan melibatkan berbagai kuman telah membuat orang sakit di 15 negara bagian.

Para pejabat negara bagian mengumumkan wabah tersebut awal pekan ini. Mereka telah mendokumentasikan lebih dari tiga lusin kasus di Minnesota dan Wisconsin. Pada hari Jumat (21/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan mengetahui 55 kasus secara nasional, termasuk empat orang yang telah dirawat di rumah sakit.

CDC menyatakan kasus ini juga dilaporkan di Florida, Indiana, Iowa, Kansas, Michigan, New Hampshire, New York, Pennsylvania, North Carolina, South Carolina, North Dakota, South Dakota, dan Washington.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), dari 34 orang sakit yang diwawancarai, 26 orang melaporkan mengonsumsi kecambah alfalfa.

Wabah keracunan makanan cenderung disebabkan oleh satu jenis kuman, tetapi wabah ini melibatkan orang-orang yang terinfeksi salmonella dan berbagai strain E. coli.

Escherichia coli penghasil toksin Shiga — atau STEC — dapat menyebabkan kram perut dan diare berdarah. Infeksi dapat menyebabkan komplikasi serius yang melibatkan gagal ginjal akut.

Keracunan Salmonella dapat menyebabkan diare, demam, muntah hebat, dehidrasi, dan kram perut.

Para pejabat mengaitkan kasus-kasus tersebut dengan kecambah alfalfa yang diproduksi oleh Everything Sprouts, sebuah perusahaan penanam di Minnesota, dan dijual dengan merek Calco dan Everything Sprouts ke restoran dan toko bahan makanan. Perusahaan tersebut belum mengeluarkan penarikan produk, kata FDA.

Tahun lalu, FDA mengirimkan surat peringatan kepada Everything Sprouts, yang menyatakan bahwa inspeksi tahun sebelumnya mengidentifikasi beberapa poin yang menimbulkan kekhawatiran, termasuk atap yang bocor yang meneteskan air ke tauge dan baju kerja para karyawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perbaikan Subsidi harus Bersamaan dengan Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini, saya sangat sepakat dengan ...
  • Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter
    Preview komentar:
    Program diskon kemerdekaan yang diluncurkan oleh Pertamina ini ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.