Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Apa di Gunung Lewotolok? PVBMG Larang Wisatawan Masuk Radius 2 Km

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 15:23 WIB | Oleh:
Ada Apa di Gunung Lewotolok? PVBMG Larang Wisatawan Masuk Radius 2 Km Doc: Antara foto/HO PPG
Ket. Banner larangan mendaki atau berwisata di sekitar gunung Ile Lewotolok di Lembata.

KUPANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melarang wisatawan atau pendaki untuk beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pengamat Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian dihubungi di Kupang, Selasa, mengatakan dalam setiap kali rekomendasi laporan yang dikirimkan pihaknya selalu menyampaikan larangan tersebut.

“Sesuai rekomendasi tidak boleh beraktivitas dalam radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok,” katanya.

Dia mengatakan walaupun sudah dilarang, masih ada wisatawan atau pendaki yang nakal yang beraktivitas di radius yang dilarang oleh pihak PVBMG.

Menurut dia, saat ini status gunung masih dalam status waspada. Selain itu, aktivitas permukaan juga cukup tinggi sehingga berbahaya jika ada wisatawan serta pendaki yang beraktivitas di radius tersebut.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lembata juga sudah mengeluarkan imbauan tersebut, tapi tetap saja dilanggar artinya apabila terjadi apa-apa di area tersebut menjadi tanggung jawab sendiri..

“Jika terjadi sesuatu di luar tanggung jawab kami, tetapi buat banyak orang susah nanti,” ujar dia.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur membatasi aktivitas wisatawan serta masyarakat di kawasan Gunung Api Ile Lewotolok menyusul peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut.

“Kegiatan adat dan budaya, yang melibatkan keramaian massa di kawasan rawan bencana, pariwisata, termasuk Pesta Kacang, ditunda sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah daerah berdasarkan rekomendasi PPGA-PVMBG,” kata Bupati Lembata Kanisius Tuaq dalam surat edaran yang dikeluarkan di Lewoleba.

Dia menjelaskan pembatasan tersebut diberlakukan sebagai langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya erupsi, awan panas, lontaran material, gas beracun dan lahar hujan di kawasan gunung api.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.