Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
📅 Minggu, 16 Agu 2026, 13:57 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SNamun, dalam periode ini, jika mantan anggota tersebut muncul dalam peringatan 100 tahun Jiang sekaligus pemakaman Zhu, publik akan segera menganalisis apakah para “negarawan senior” sedang melakukan penampilan kolektif.
Sebaliknya, jika seorang pemimpin yang telah pensiun tidak hadir, alasannya mungkin hanya karena kondisi kesehatan.
Namun, dalam situasi politik seperti ini, ketidakhadiran tersebut juga dapat memicu spekulasi mengenai apakah perlakuan politik terhadap tokoh tersebut telah berubah.
Waktu yang canggung bagi kepemimpinan Xi
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyesuaian personel yang sebenarnya rutin pun dapat langsung ditafsirkan sebagai persiapan menuju Kongres Partai ke-21.
Bahkan kalimat yang memuji reformasi dan keterbukaan, artikel peringatan mengenai Jiang, atau tayangan televisi mengenai Zhu dapat memperoleh makna politik yang jauh lebih besar dibandingkan isi sebenarnya.
Inilah ciri lain dari “superpolitik”.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peristiwa itu sendiri tidak berubah, tetapi faktor pengali dalam interpretasi politiknya berubah.
Bagi Xi Jinping, justru di situlah letak kesulitannya.
Peringatan 100 tahun Jiang tidak dapat dikecilkan karena hal tersebut justru dapat menjadi sinyal politik.
Pemakaman Zhu juga tidak dapat dikecilkan karena menyangkut protokol politik yang telah ditetapkan bagi mantan pemimpin senior.
Sidang pleno kelima pun tidak dapat mengubah jadwalnya hanya karena kedua peristiwa tersebut terjadi berdekatan.
Dengan kata lain, ketiga proses politik tersebut harus tetap berjalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!