Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 13:57 WIB | Oleh:
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok Doc: Istimewa
Ket. Sebuah surat kabar dengan berita duka cita mendiang mantan Perdana Menteri Tiongkok Zhu Rongji di halaman depan dipajang di sebuah kios koran di Beijing, pada 13 Agustus 2026.

BEIJING - Mantan Perdana Menteri Tiongkok Zhu Rongji wafat pada 12 Agustus 2026, hanya lima hari sebelum peringatan 100 tahun kelahiran mantan Presiden Jiang Zemin. Kurang dari dua bulan kemudian, Partai Komunis Tiongkok akan menggelar sidang pleno kelima Komite Sentral ke-20.

Dari Think China, berdekatannya tiga peristiwa tersebut membuat politik Tiongkok sejak Agustus hingga Oktober memasuki periode yang tidak biasa.

Komentator politik dan kolumnis independen Deng Yuwen menyebutnya sebagai periode “superpolitik” Tiongkok. Istilah itu merujuk pada situasi ketika sejumlah peristiwa politik besar terjadi dalam waktu berdekatan sehingga saling memperkuat tafsir politik.

Deng menegaskan, “superpolitik” tidak berarti sedang terjadi perebutan kekuasaan luar biasa di Zhongnanhai, apalagi para sesepuh partai yang sudah pensiun sedang bersiap menantang Presiden Xi Jinping.

Sebaliknya, jika dilihat secara terpisah, peringatan 100 tahun kelahiran Jiang, kematian Zhu, dan sidang pleno kelima masing-masing memiliki logika kelembagaan sendiri. Tidak satu pun dari ketiga peristiwa tersebut secara khusus merupakan sesuatu yang abnormal.

Protokol politik yang sudah ditetapkan

Sebagai tokoh “inti” resmi kepemimpinan pusat generasi ketiga Partai Komunis Tiongkok, Jiang akan tetap menerima peringatan besar pada ulang tahun ke-100 kelahirannya. Hal tersebut merupakan bagian dari tradisi politik partai.

Karena itu, perlakuan terhadap Jiang tidak perlu ditafsirkan sebagai Xi Jinping yang tiba-tiba mengangkat kembali sosok Jiang, apalagi sebagai bukti “kembalinya kaum reformis”.

Hal serupa berlaku terhadap kematian Zhu Rongji.

Zhu merupakan mantan perdana menteri dan mantan anggota Komite Tetap Politbiro. Evaluasi resmi terhadap dirinya serta pengaturan pemakamannya pada dasarnya mengikuti preseden bagi pemimpin dengan tingkat jabatan yang sama.

Karena itu, penghormatan terhadap Zhu juga tidak perlu dibaca sebagai tanda bahwa Xi tiba-tiba mengangkat kembali warisan politik Zhu atau sebagai bukti kebangkitan kelompok reformis.

Bahkan waktu kematian Zhu, meskipun terlihat mendadak bagi publik, kemungkinan bukan sesuatu yang sepenuhnya tidak terduga bagi pimpinan di Zhongnanhai.

Zhu berusia 97 tahun. Kondisi kesehatan mantan pemimpin dengan pangkat seperti dirinya tentu dipantau secara ketat oleh pimpinan pusat.

Jika kondisinya memburuk, Kantor Umum Partai Komunis Tiongkok dan lembaga terkait tidak mungkin menunggu hingga saat-saat terakhir sebelum melakukan persiapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Daerah
Penurunan jumlah penduduk m...
Luar Negeri
Korban Gempa Kolombia Terus...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.