Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
📅 Minggu, 16 Agu 2026, 13:57 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPengumuman kematian, pengaturan pemakaman, liputan propaganda, pengamanan, serta penyesuaian jadwal pemimpin aktif dan mantan pemimpin semuanya membutuhkan perencanaan.
Kapan tepatnya rencana tersebut diaktifkan bergantung pada kondisi Zhu.
Yang tidak dapat direncanakan bukanlah kematian Zhu itu sendiri, melainkan apa yang mungkin terjadi jika ia wafat tepat menjelang peringatan 100 tahun kelahiran Jiang.
Kembali mengingat era Jiang-Zhu
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika Jiang dan Zhu kembali muncul dalam ruang publik pada waktu yang hampir bersamaan, dua peristiwa politik yang awalnya terpisah secara otomatis dapat berubah menjadi satu peristiwa ketiga: era Jiang-Zhu kembali masuk ke dalam ingatan politik Tiongkok.
Inilah yang menurut Deng patut diperhatikan oleh Xi Jinping.
Jiang Zemin sendiri dapat ditempatkan secara relatif mudah dalam narasi sejarah resmi Partai Komunis Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia merupakan pemimpin generasi ketiga kepemimpinan pusat, terkait dengan konsep “Tiga Perwakilan”, reformasi dan keterbukaan, serta kesinambungan kepemimpinan dari Deng Xiaoping ke Jiang Zemin, kemudian Hu Jintao dan Xi Jinping yang akhirnya bermuara pada apa yang disebut “era baru” Xi Jinping.
Zhu juga dapat ditempatkan dalam narasi resmi mengenai seorang mantan perdana menteri.
Obituari resmi Zhu merinci kontribusinya terhadap pengelolaan makroekonomi, reformasi fiskal dan keuangan, reformasi perusahaan milik negara, reformasi perumahan, restrukturisasi pemerintahan, serta perluasan keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar.
Namun, ketika Jiang dan Zhu ditempatkan dalam konteks yang sama, gambaran politiknya berubah.
Yang mungkin kembali diingat masyarakat Tiongkok bukan sekadar Jiang dan Zhu sebagai dua individu, tetapi Tiongkok pada 1990-an dan tahun-tahun awal abad ke-21.
“Orang mungkin merindukan Zhu. Mereka mungkin juga merindukan Jiang. Tetapi begitu hal ini berubah menjadi nostalgia untuk ‘era Jiang-Zhu’, maknanya berubah,” tulis Deng.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!