Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terancam Punah, Kebun Raya Tua Tunu dan BRIN Teliti Rambutan Hutan Endemik Pulau Bangka

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terancam Punah, Kebun Raya Tua Tunu dan BRIN Teliti Rambutan Hutan Endemik Pulau Bangka Doc: Kebun Raya Tua Tunu
Ket. Tanaman rambutan hutan di Kebun Raya Tua Tunu Pangkalpinang

PANGKALPINANG - Kebun Raya Tua Tunu Kota Pangkalpinang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian rambutan hutan sebagai tanaman endemik Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terancam punah.

"Kita bersama BRIN melakukan penelitian untuk melestarikan kembali tanaman endemik rambutan hutan," kata Ketua Tim Kebun Raya Tua Tunu Kota Pangkalpinang, Sugiantoro di Pangkalpinang, Jumat (14/8).

Ia mengatakan rambutan hutan (nephelium cuspidatum) di wilayah Pulau Bangka itu terancam punah, karena adanya alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, karet, pertambangan dan pemukiman masyarakat.

"Saat ini, Kebun Raya Tua Tunu hanya memiliki tiga pohon rambutan hutan dan ini harus dijaga, dilestarikan agar tanaman endemik ini tidak punah," ujarnya.

Sugiantoro mengapresiasi BRIN melakukan penelitian dalam pelestarian dan pemanfaatan buah rambutan hutan khas Pulau Bangka yang terancam punah ini. Jangan sampai tanaman endemik ini punah dan tidak ditemukan lagi oleh generasi bangsa di daerah ini.

"Buah rambutan hutan ini hampir sama bentuknya dengan rambutan biasa, tetapi kulit luar rambutan hutan ini tajam berbentuk duri-duri kecil," katanya.

Ia menambahkan sebelumnya BRIN telah melakukan penelitian manggis kelabang (garcinia klabang) yakni tanaman buah langka khas Pulau Bangka. Tanaman ini sebelumnya sempat dinyatakan punah namun ditemukan kembali di Kebun Raya Tua Tunu Kota Pangkalpinang.

"Alhamdulillah, penelitian BRIN terhadap manggis kelabang berhasil dan saat ini, kami sedang melakukan pengembangan dan pelestarian tanaman endemik manggis kelabang ini," kata Sugiantoro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Transplantasi Sumsum Tulang...
Daerah
Polres Indramayu Dalami Dug...
Luar Negeri
Media Internasional Soroti ...

Menunggu Medali Emas dari Para “Laba-laba”

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menunggu Medali Emas dari P...
Advertisement
Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

Arus Truk Logistik Meningkat di Ketapang–Gilimanuk, ASDP Percepat Penguraian Antrean  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.