Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

52 Rumah Warga di Banyuwangi Terdampak Puting Beliung

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 17:57 WIB | Oleh:
52 Rumah Warga di Banyuwangi Terdampak Puting Beliung Doc: Istimewa
Ket. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang itu.

BANYUWANGI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat sebanyak 52 rumah tersebar di empat desa mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat diterjang angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengungkapkan puluhan rumah warga rusak diterjang angin kencang itu terjadi pada Sabtu (7/2) petang, yakni di Desa Karangsari, Desa Temuguruh dan Desa Temuasri (Kecamatan Sempu).

"Selain tiga desa di Kecamatan Sempu, angin kencang juga merusak sejumlah rumah di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar," ujar dia di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.

Menurut Partana, rumah warga terdampak paling banyak terjadi di Kecamatan Sempu, yakni tercatat 49 rumah dan enam kandang ayam yang tersebar di tiga desa (Karangsari, Desa Temuguruh dan Desa Temuasri).

Kerusakan paling parah akibat angin kencang itu, lanjut dia, terjadi di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, sejumlah atap rumah warga porak-poranda disapu angin, bahkan dua rumah di Desa Temuguruh, dapur milik warga ambruk.

"Kerusakan mulai ringan hingga berat, akan tetapi kebanyakan rusak ringan pada bagian atap," kata Partana.

Dari hasil asesmen dampak bencana hidrometeorologi ini, kata dia, juga menyebabkan jaringan listrik putus dan mengakibatkan sembilan rumah di Desa Tembokrejo padam, dan saat ini telah ditangani PLN setelah mendapat laporan dari BPBD.

Dia menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang itu, dan pascabencana alam angin kencang BPBD bersama relawan dan TNI/Polri sejak Sabtu (7/2) malam telah bergerak membantu warga terdampak, serta memastikan kebutuhan dasar yang dibutuhkan.

"Kemarin malam kami langsung menyalurkan bantuan tahap awal seperti bahan pangan dan terpal, dan hari ini kami juga melakukan pendataan bantuan tahap kedua yang dibutuhkan seperti selimut, kasur lipat, matras, bahkan jika ada anak balita kami beri paket bantuan balita," kata Partana.

BPBD juga tengah mendata kebutuhan lain yang dibutuhkan warga terdampak, seperti asbes, kayu, atau bahan material lain untuk membantu perbaikan rumah mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.