Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mataram Awasi Pantai Waspada Munculnya Gelombang Tinggi

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 17:27 WIB | Oleh:
Mataram Awasi Pantai Waspada Munculnya Gelombang Tinggi Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Aktivitas masyarakat di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, relatif normal dan potensi gelombang tinggi. Minggu petang (9/8).

MATARAM -- Dinas Pariwisata (Dispar0 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), meningkatkan pengawasan di sepanjang pesisir pantai guna mengantisipasi potensi bahaya akibat gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Jumat, mengatakan langkah itu diambil mengingat momen libur panjang atau "long weekend" pada 15-17 Agustus 2026, berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata unggulan.

​"Beberapa hari ke belakang gelombang memang cukup tinggi di pesisir Kota Mataram. Kami mengimbau pengunjung melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Satgas Pariwisata untuk tetap waspada," katanya.

Ia mengatakan imbauan keselamatan telah diteruskan kepada para pengelola objek wisata, Pokdarwis, hingga Satgas Pariwisata di wilayah masing-masing destinasi unggulan.

​Pengawasan dan peringatan difokuskan pada objek wisata pantai yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pengunjung di bibir pantai, seperti di ​Pantai Loang Baloq, ​Pantai Gading, ​Pantai Mapak Indah, dan ​Pantai Sunset Land.

​Sedangkan untuk kawasan Pantai Ampenan, potensi risiko dinilai relatif lebih terkendali karena karakteristik lokasinya yang membuat pengunjung tidak berinteraksi atau bersentuhan langsung dengan air laut.

"Di Pantai Ampenan, aktivitas pengunjung di bibir pantai relatif kurang bahkan tidak ada karena pantai berada di bawah tanggul. Pengunjung lebih banyak beraktivitas di tamannya," katanya.

Cahya mengatakan untuk mengoptimalkan penyampaian informasi keselamatan, para pengelola di titik-titik rawan seperti Pantai Loang Baloq diminta memanfaatkan fasilitas pengeras suara yang ada guna memberikan imbauan secara berkala kepada para wisatawan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sedangkan terkait kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk pendirian posko siaga khusus, Dispar menilai langkah tersebut belum mendesak.

"Fenomena gelombang tinggi saat ini dinilai bukan dipicu oleh tingginya curah hujan musim barat, melainkan dipengaruhi oleh faktor super new moon seperti yang disampaikan BMKG," katanya.

Terkait dengan itu, Dispar Kota Mataram berharap para pengelola destinasi wisata dan pengunjung dapat terus bekerja sama dalam menjaga ketertiban serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di area pesisir pantai.

"Partisipasi masyarakat menjaga anak-anak saat bermain di pantai sangat penting, mengingat keterbatasan petugas kami," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.