Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Sumut, Nelayan dan Pelayaran Diminta Waspada

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 14:36 WIB | Oleh:
Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi di Perairan Sumut, Nelayan dan Pelayaran Diminta Waspada Doc: BMKG
Ket. Gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah perairan di Sumatera Utara.

MEDAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar waspada potensi terjadinya gelombang tinggi di sejumlah perairan di Sumatera Utara.

"Potensi gelombang tinggi tersebut dapat terjadi mulai 18 Juli pagi hingga 21 Juli pagi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Stasiun kelas II Maritim Belawan, Christen Ordain di Medan, Sabtu.

Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat Samudera Utara, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, Perairan Kepulauan Batu, dan perairan barat Kepulauan Batu.

Bibit siklon tropis 96W di Laut Filipina sebelah timur Filipina memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan angin rata-rata berkisar 5-27 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari tenggara dengan kecepatan angin berkisar 16-35 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung .

Jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang laut mencapai 1,25 meter, hal itu berisiko terhadap pelayaran yang menggunakan perahu nelayan.

Sementara itu, jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang tinggi mencapai 1,5 meter memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran kapal tongkang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.