Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Lagi Penjaga Rak Buku! Ini 5 Peran Baru Pustakawan di Era AI & Hoaks

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 08:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Karena itu, perpustakaan perlu kita lihat bukan hanya sebagai tempat menyimpan koleksi, melainkan sebagai infrastruktur ingatan, infrastruktur pengetahuan, dan infrastruktur kepercayaan publik," kata Suharyanto.

Perpusnas saat ini mengelola lebih dari 3,6 juta judul dengan sekitar 9,9 juta eksemplar koleksi. Upaya yang dilakukan meliputi pengembangan koleksi, pengelolaan metadata, layanan perpustakaan, preservasi bahan perpustakaan, promosi sumber informasi terpercaya, serta penguatan literasi informasi masyarakat.

Dalam pelestarian naskah Nusantara, sejumlah capaian strategis 2025 antara lain: pengakuan UNESCO Memory of the World terhadap Syair Hamzah Fansuri dan Sanghyang Siksa Kandang Karesian, repatriasi 42 naskah kuno Nusantara dari Selandia Baru, penetapan enam naskah baru sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON), serta pengarusutamaan naskah Nusantara melalui komik, bacaan anak, dan film.

Digitalisasi dan Kerja Sama Lintas Pasifik

Suharyanto menyampaikan digitalisasi bahan perpustakaan perlu terus dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi termasuk kecerdasan artifisial. Dalam perspektif lintas Pasifik, kerja sama preservasi mencakup interoperabilitas metadata dan objek digital, peningkatan kapasitas SDM, penguatan ketahanan terhadap bencana, serta kemitraan dengan perpustakaan, arsip, museum, universitas, komunitas, dan pemilik koleksi.

Direktur Eksekutif Fulbright Indonesia Sandra Hamid menyoroti pentingnya menjaga pengetahuan agar dapat diteruskan kepada generasi mendatang, terutama di tengah beredarnya fakta, miskonsepsi, misinformasi, dan disinformasi. 

"Ini adalah percakapan di antara pihak-pihak yang setara. Ini bukan tentang mengajar atau diajar, melainkan tentang berbagi informasi dan pengalaman," ujarnya.

Fulbright Specialist Thomas Rieger memaparkan digitalisasi sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan memori publik. Ia juga memperkenalkan Multispectral Imaging System for Historical Artifacts (MISHA), teknologi pencitraan multispektral yang dapat mengungkap informasi pada material yang tidak lagi dapat dilihat mata manusia.

"Digitalisasi menghubungkan sejarah dunia kita dengan literasi. Keduanya saling berkaitan dan saling memperkaya; yang satu tidak akan bermakna tanpa yang lain. Dan institusi yang menyatukan keduanya di seluruh dunia adalah perpustakaan," ujar Rieger.

Sementara itu, Pustakawan Perpusnas Aris Riyadi memaparkan peran pustakawan sebagai penjaga warisan dokumenter melalui konservasi, digitalisasi, dan riset kolaboratif. Contohnya penanganan Babad Diponegoro dan preservasi manuskrip Sri Tanjung.

"Kami tuh punya kewajiban. Harus melestarikan itu," ujar Aris. Ia menambahkan, hasil digitalisasi disediakan agar dapat diakses masyarakat secara luas. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Trump Umumkan Kesepakatan S...
Nasional
Sekjen Kemnaker: AI Percepa...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.