Naskah Kuno Disulap Jadi Komik! Perpusnas Ajak Anak Muda Merawat Ingatan
📅 Senin, 14 Sep 2026, 20:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan, Perpusnas mengajak masyarakat mengenal kembali warisan pengetahuan Nusantara dengan cara yang kekinian. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengarusutamaan naskah kuno dalam bentuk yang lebih kreatif dan mudah dipahami.
Sebagai bentuk konkret, Perpusnas menggelar pameran “Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran”. Pameran tersebut antara lain menghadirkan hasil alih wahana naskah kuno menjadi buku anak dan komik.
Pameran menyoroti empat aspek utama, yaitu Warisan Indonesia untuk Dunia, Warisan Nilai Bersama, Warisan Perempuan, dan Warisan Karya Istimewa. Alih wahana naskah kuno tersebut merupakan hasil kerja sama Perpusnas dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah menghasilkan 50 buku anak dan komik yang bersumber dari naskah kuno Nusantara. Kolaborasi ini menjadi upaya untuk mendekatkan sejarah, budaya, dan kearifan yang terkandung dalam naskah kuno kepada generasi masa kini.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, saat membuka pameran, mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut perpustakaan untuk terus bertransformasi. Menurutnya, perpustakaan perlu hadir sebagai ruang belajar kontekstual, tempat bertemunya gagasan, sekaligus ruang untuk berkreasi dan mengenali kembali jati diri bangsa.
Selain itu, upaya mendekatkan khazanah Nusantara kepada generasi muda juga diperkuat melalui penerbitan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam bahasa Inggris. Penerbitan tersebut tidak hanya memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia kepada anak-anak di tanah air, tetapi juga membuka peluang agar kekayaan intelektual dan warisan budaya Nusantara semakin dikenal masyarakat internasional.
Ia menegaskan, alih wahana bukan berarti mengurangi nilai dan keaslian naskah kuno. Justru sebaliknya, melalui pendekatan kreatif nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi masa kini.
Joko menilai pengenalan naskah melalui media yang lebih dekat dengan generasi muda dapat menjadi jembatan antargenerasi. Ia juga meyakini bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan budaya bangsa.
“Merawat ingatan itu adalah merawat identitas. Menggugah kesadaran sebagai bagian dari menyiapkan masa depan,” tegasnya.
Pada hari yang sama, Perpusnas menggelar Kelas Literasi Anak (Kelana) bertajuk “Petualangan Anak Hebat: Kenal Lingkungan, Berkebun, dan Berkreasi” yang mengajak anak-anak belajar berkebun dan berkreasi, sementara para orang tua belajar mengolah limbah dapur menjadi ekoenzim.
Rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan juga menghadirkan Siniar Kelas Literasi Widya Bahana Swara (WBS) Radio Perpusnas bersama pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Maluku, Irfan Bungin. Ia berbagi pengalaman mengenai pengembangan perpustakaan di wilayah kepulauan melalui tema “Perjalanan Perpustakaan Tual: Menyalakan Literasi dari Timur Indonesia.”
Sebagai bagian dari peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2026, kegiatan juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada pemustaka teraktif Perpusnas, yaitu Freddy Arifin (69 tahun) dan Aisyah Khairunnisa (9 tahun). Penghargaan tersebut diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto bersama Ketua DWP Perpusnas Tety Herawati Aminudin Aziz.
Rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026 berlanjut hingga akhir September dengan berbagai kegiatan literasi, di antaranya Kelas Menulis Cerpen Tingkat SMA pada 16 September, Kelas Literasi Klasika pada 21 September, LibTalk Kelas Literasi Referensi pada 22 September, Peluncuran Buku dan Gelar Wicara Alih Wahana Naskah Ingatan Kolektif Nasional (IKoN) dan Memory of the World (MOW) pada 23 September, Penganugerahan IKoN dan Seminar IKoN–MOW serta penganugerahan di bidang pelestarian naskah kuno pada 24 September, hingga Kelas Literasi Sinema pada 29 September 2026.
Melalui rangkaian tersebut, Perpusnas mendorong masyarakat untuk menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca dan mengakses koleksi, tetapi juga sebagai ruang belajar, berkreasi, bertukar gagasan, serta mengenali kekayaan pengetahuan dan budaya bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!