Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sambut Musim Tanam 2026, Perhutani Jaga Ekosistem Lewat 20 Juta Bibit

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 09:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sambut Musim Tanam 2026, Perhutani Jaga Ekosistem Lewat 20 Juta Bibit Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Sejumlah warga melakukan tabur benih di Lembang, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

JAKARTA – Perum Perhutani menyiapkan 20 juta plances (plc) bibit untuk musim tanam 2026 yang akan ditanam di lahan seluas 26 ribu hektare yang tersebar di 57 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH).

Direktur Operasi Perum Perhutani, Wawan Triwibowo, mengatakan bahwa penanaman sebagai dasar pilar Sustainable Forest Stewardship dalam transformasi Perhutani.

"Penanaman itu dimaksudkan untuk menjaga daya dukung lingkungan, memperkuat tata air, menyerap emisi karbon dan membuat aset hutan perusahaan tetap produktif dari tahun ke tahun," kata Wawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut dia, terdapat 31 jenis tanaman yang disiapkan seperti kayu kehutanan yaitu jati, pinus, mahoni dan sengon, lalu tanaman multiguna yang dikenal dengan Multi Purpose Tree Species (MPTS) serta tanaman konservasi.

Ia mengatakan bahwa salah satu kegiatan persiapan berlangsung di KPH Bandung Utara, di mana Perhutani bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN menebar benih pinus sebagai awal penyemaian bibit untuk musim tanam mendatang. Penebaran serupa digelar di 26 KPH lain. Benih pinus yang ditebar seluruhnya 162 kilogram.

Wawan mengatakan keberhasilan menjaga fungsi hutan bergantung pada mutu bibit dan ketepatan jadwal tanam. Penanaman musim 2026, lebih dari kerja rutin operasional karena menjadi wujud komitmen Perhutani merawat ekosistem hutan.

"Dengan 20 juta lebih bibit dari 31 jenis tanaman untuk 26 ribu hektare di 57 KPH, kami ingin setiap petak lahan diurus secara terukur dan berdaya guna. Hasilnya diharapkan seimbang, baik secara ekologis maupun ekonomi, bagi masyarakat dan negara," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum BP BUMN Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan penyemaian itu menjadi cara Perhutani sebagai pengelola hutan di Pulau Jawa, menjaga agar pasokan bibit unggul untuk penghijauan tidak putus.

Menurut dia, jenis tanaman untuk tiap KPH dipilih menurut kecocokan lahan, iklim setempat dan sifat ekologis wilayahnya.

Khoerur menilai Perhutani sudah menunjukkan komitmennya menjaga hutan. Sebagai perusahaan umum yang diberi mandat mengurus hutan negara, Perhutani memikul tugas memelihara alam sekaligus memastikan hutan berguna bagi masyarakat dalam jangka panjang.

"Persiapan musim tanam, termasuk bagian penting dari tugas itu," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Waduh Mahal Banget, PIHPS C...
Daerah
Pemkab Simeulue Memiliki 1....
Megapolitan
200 Becak Listrik Bantuan P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.