Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes: Satu Sehat Integrasikan Data Kesehatan dan Kependudukan

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 08:45 WIB | Oleh:
Menkes: Satu Sehat Integrasikan Data Kesehatan dan Kependudukan Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah terus memperkuat digitalisasi data kesehatan melalui platform Satu Sehat. Menkes Budi mengatakan Satu Sehat dikembangkan dari PeduliLindungi untuk mendata kesehatan masyarakat selama pandemi Covid-19.

“Pertama kali itu dipakai waktu zamannya Covid. Karena beliau benar-benar minta, ini gimana sih, Bud, datanya yang benar-benar paling mana? Akhirnya kita bikin aplikasi namanya PeduliLindungi,” kata Budi Gunadi saat memberikan konferensi pers di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selatan, Selasa (11/8).

Menurut Menkes Budi, data PeduliLindungi berkembang menjadi Satu Sehat untuk mengintegrasikan berbagai data kesehatan masyarakat secara digital. Ia mengatakan seluruh data vaksinasi kini telah terdigitalisasi dan terintegrasi dalam platform Satu Sehat.

“Data ini kemudian berubah jadi nama Satu Sehat, mengikuti nama yang Pak Luhut bikin, Satu Indonesia. Agar database-nya jadi satu dan sekarang semua data vaksinasi sudah didigitalisasi,” ujar Menkes Budi.

Menkes Budi mengatakan digitalisasi perizinan tenaga medis dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian PANRB. Digitalisasi mencakup STR dan SIP dokter untuk mempermudah proses administrasi secara elektronik.

“Tahap berikutnya, kita kerja sama dengan MenPANRB untuk mendigitalisasi seluruh perizinan yang namanya STR dan SIP dokter,” ucap Menkes.

Menkes Budi menambahkan Kementerian Kesehatan kini bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mengintegrasikan data Satu Sehat dengan data kependudukan.

“Nah, kali ini kita juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, dengan Pak Tito. Khususnya untuk mengintegrasikan data Satu Sehat dengan datanya,” ujar Menkes Budi.

Menurut Menkes Budi, perbedaan pencatatan selama ini terjadi antara data imunisasi, kelahiran ibu dan anak, hingga data kependudukan. Budi berharap integrasi data menghasilkan basis kelahiran akurat untuk mendukung perencanaan program kesehatan ibu dan anak secara tepat.

“Karena dari dulu kita selalu kesulitan menghitung bayi yang lahir itu yang benar berapa. Jadi antara tim imunisasi sama tim kelahiran ibu dan anak, datanya beda-beda,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.