Teknologi TransTRACK Amankan 45 Pereli di Sumatera Utara Rally 2026
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 15:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - TransTRACK kembali menghadirkan Rally Tracking System untuk mendukung monitoring dan keselamatan peserta pada Sumatera Utara Rally 2026. Teknologi yang dikembangkan di Indonesia tersebut digunakan dalam ajang FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 dan IMI National Rally Championship (INRC) Round 4/Final Round yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Sumatera Utara.
Rally Tracking System memanfaatkan konektivitas seluler dan satelit untuk membantu Race Control memantau posisi kendaraan secara langsung selama perlombaan. Sistem tersebut juga dapat memberikan informasi ketika kendaraan berhenti serta membantu perangkat perlombaan mengetahui kondisi peserta sehingga koordinasi respons keselamatan di Special Stage (SS) dapat dilakukan lebih cepat.
Dalam penyelenggaraan kali ini, teknologi TransTRACK digunakan untuk memantau 45 peserta, termasuk pereli asal India dan Spanyol. Monitoring dilakukan sepanjang 12 Special Stage yang berada di Tobasari A, Tobasari B, dan Bah Butong dengan total jarak lintasan mencapai 231,10 kilometer selama dua hari perlombaan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian Special Stage, pasangan Musa Rajekshah (Ijeck) dan Hervian Sudjono berhasil keluar sebagai juara umum FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 sekaligus IMI National Rally Championship (INRC) Round 4. Keduanya mengendarai Skoda Fabia RS Rally2 dari BLA BLA BLA Motorsport.
Sementara itu, Ryan Nirwan dan Adi Indiarto finis di posisi kedua sekaligus mengamankan gelar Juara Nasional IMI National Rally Championship (INRC) Round 4. Pasangan tersebut mengendarai Toyota GR Yaris Rally2 dari TOYOTA GAZOO RACING INDONESIA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di balik persaingan menuju garis finis, karakter rally dengan lintasan panjang dan tersebar membuat proses monitoring menjadi tantangan tersendiri bagi Race Control. Posisi kendaraan harus dapat diketahui secara cepat, terutama ketika peserta berhenti atau mengalami insiden di area yang tidak dapat dipantau secara langsung.
Clerk of the Course (Pimpinan Perlombaan) Ahmad Syauki Anas mengatakan Rally Tracking System membantu mengatasi keterbatasan sistem monitoring yang sebelumnya banyak mengandalkan radio point. Jarak antar-radio point yang dapat mencapai sekitar 2,5 kilometer membuat posisi kendaraan di antara kedua titik tidak selalu dapat diketahui secara langsung.
“Dengan adanya tracking system yang menggunakan seluler maupun satelit seperti yang kita pakai sekarang, peserta bisa terlihat secara real-time. Ketika 30 detik saja berhenti, kita sudah bisa mulai mencari tahu apa yang terjadi,” kata Syauki.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, kemampuan tersebut membuat perangkat perlombaan dapat mengetahui posisi kendaraan secara lebih presisi. Informasi itu juga memungkinkan Race Control mengambil langkah lebih cepat apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan peserta.
“Jadi kita bisa tahu letak posisi persisnya dan kalaupun ada sesuatu, kita bisa cepat ambil tindakan untuk keselamatan peserta,” ujarnya.
Kemampuan sistem tersebut juga digunakan dalam situasi nyata selama perlombaan. Ketika sebuah kendaraan mengalami insiden dan menghalangi lintasan, Rally Tracking System membantu memberikan informasi mengenai kondisi peserta kepada Race Control sehingga perangkat perlombaan dapat memahami situasi di lapangan dan mengoordinasikan respons yang diperlukan.
Selain mendukung respons keselamatan, data yang terekam melalui Rally Tracking System dapat menjadi salah satu informasi pendukung bagi perangkat perlombaan dalam mengevaluasi kejadian. Namun, keputusan mengenai red flag maupun penghentian sementara Special Stage tetap berada di bawah kewenangan perangkat perlombaan sesuai regulasi yang berlaku.
Pemanfaatan data tersebut menjadi bagian dari pengembangan Rally Tracking System TransTRACK yang terus dilakukan melalui berbagai penyelenggaraan rally. Sebelumnya, sistem ini telah digunakan pada APRC 2024 di Rambung Sialang dan Sprint Rally Deli Serdang 2026, sebelum kembali diterapkan pada Sumatera Utara Rally 2026 dengan sejumlah peningkatan.
Syauki yang telah mengikuti perkembangan sistem tersebut sejak 2024 menilai peningkatan paling terlihat pada kestabilan koneksi dan tampilan sistem. Menurutnya, perkembangan tersebut membuat proses pemantauan kendaraan selama perlombaan menjadi lebih jelas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!