Daya Tarik KA Makassar–Parepare Menguat, Kinerja Angkutan Melonjak 25,48 Persen
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 19:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Angkutan kereta api semakin menjadi tulang punggung transportasi massal karena mampu mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah besar secara efisien.
Peningkatan layanan dan kapasitas kereta tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga membantu menekan biaya logistik, mengurangi kemacetan, serta menurunkan emisi dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
Di tengah pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang terus meningkat, pengembangan jaringan serta modernisasi layanan kereta api menjadi investasi strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong aktivitas ekonomi yang lebih produktif.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja angkutan kereta api rute Makassar–Parepare terus bertumbuh dengan melayani 145.735 pelanggan selama Januari-Mei 2026 atau meningkat 25,48 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Makassar-Parepare melayani 145.735 pelanggan, meningkat 25,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 116.146 pelanggan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyampaikan peningkatan jumlah pelanggan terlihat semakin konsisten pada 2026. Mei menjadi bulan dengan volume pelanggan tertinggi tahun ini, yakni mencapai 35.442 pelanggan.
Angka tersebut turut mendorong total pelanggan KA Makassar-Parepare menjadi 825.512 pelanggan sejak layanan ini mulai beroperasi pada 29 Oktober 2022 hingga 1 Juni 2026.
Dia mengatakan pertumbuhan pelanggan tersebut menunjukkan kereta api semakin diterima sebagai pilihan perjalanan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan kereta api sebagai salah satu pilihan perjalanan," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran KA Makassar-Parepare turut memperkuat konektivitas antardaerah dan mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas di wilayah tersebut.
Anne menyebutkan saat ini KA Makassar-Parepare melayani perjalanan pada jalur sepanjang sekitar 145 kilometer yang menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Sulawesi Selatan melalui Stasiun Mandai, Maros, Rammang-Rammang, Pangkajene, Labakkang, Ma'rang, Mandalle, Tanete Rilau, Barru, dan Garongkong.
Jalur tersebut melintasi kawasan dengan karakter ekonomi dan sosial yang beragam. Kabupaten Maros berkembang sebagai wilayah penyangga Kota Makassar sekaligus pintu gerbang transportasi udara Sulawesi Selatan.
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dikenal sebagai kawasan perikanan, industri pengolahan, dan destinasi wisata unggulan. Sementara Kabupaten Barru tumbuh sebagai wilayah pesisir yang didukung aktivitas perdagangan, jasa, dan pelabuhan.
Keberadaan kereta api memperkuat keterhubungan antardaerah yang sebelumnya didominasi transportasi jalan raya. Mobilitas yang semakin baik membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjangkau pusat ekonomi, kawasan wisata, layanan pendidikan, maupun berbagai aktivitas sosial lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!