Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inovasi Pangan Dikembangkan BRIN Berupa Lembaran Jeruk Gamindo B, Jadi Nilai Tambah Hortikultura Nasional

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 19:10 WIB | Oleh:
Inovasi Pangan Dikembangkan BRIN Berupa Lembaran Jeruk Gamindo B, Jadi Nilai Tambah Hortikultura Nasional Doc: ANTARA/HO-BRIN
Ket. Inovasi pangan praktis berupa lembaran buah (fruit leather) berbasis Jeruk Gamindo B yang dikembangkan oleh Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

JAKARTA - Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi pangan praktis, bergizi, dan mampu meningkatkan nilai tambah hortikultura nasional berupa lembaran buah (fruit leather) berbasis Jeruk Gamindo B.

Peneliti PRTPP BRIN Imro’ah Ikarini di Jakarta, Selasa, mengungkapkan Jeruk Gamindo B berukuran kecil, kulitnya dapat dikonsumsi, serta cita rasa asam-manis khas. Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, pektin, minyak atsiri, dan vitamin C menjadikannya berpotensi besar sebagai bahan baku pangan fungsional.

"Invensi ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan Jeruk Gamindo B secara utuh sekaligus menghasilkan produk pangan ringan yang praktis, bergizi, dan bernilai ekonomi lebih tinggi," kata Imro'ah.

Imro'ah menjelaskan produk ini tidak hanya memperpanjang masa simpan, tetapi juga menghasilkan tekstur elastis, homogen, serta rasa yang lebih disukai konsumen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaran jeruk Gamindo B mengandung vitamin C sebesar 83,16 mg per 100 gram, mendekati kandungan vitamin C buah segarnya. Selain itu, produk ini memiliki aktivitas antioksidan sebesar 51,72 persen dan kandungan serat pangan kasar sebesar 1,77 persen.

Kandungan tersebut, kata dia, menjadikan produk ini sebagai pangan fungsional yang berpotensi membantu menjaga kesehatan dan menangkal radikal bebas.

Proses produksi dilakukan melalui tahapan sortasi, pencucian, perendaman untuk menjaga warna, penghancuran menjadi puree, pencampuran dengan gula dan karagenan, serta proses pemanasan dan pengeringan menggunakan dehydrator.

"Formulasi yang dikembangkan mampu menghasilkan produk dengan kadar air rendah sehingga daya simpan lebih panjang," ujarnya.

Dia menyebutkan keunggulan lainnya adalah penggunaan bahan baku lokal serta teknologi yang relatif sederhana, sehingga berpotensi diadopsi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Inovasi ini membuka peluang hilirisasi riset BRIN menjadi produk komersial yang dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat," tutur Imro'ah. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.