Enam Provinsi Kritis Karhutla
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim PenulisPemerintah, menurut Prasetyo, memberikan perhatian terhadap kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dan pengelola taman nasional.
Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.
Selain mengoptimalkan pemadaman darat, pemerintah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Prasetyo mengatakan pelaksanaan OMC bergantung pada kondisi atmosfer sehingga tidak dapat dilakukan di setiap wilayah terdampak karhutla.
Pemerintah juga menyiagakan armada udara, termasuk helikopter dan pesawat untuk melakukan pemadaman dari udara pada lokasi yang membutuhkan penanganan tersebut. “Semua dimonitor, kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan,” katanya.
BMKG menyatakan penguatan El Nino pada periode musim kemarau meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran selama kondisi cuaca kering.
Terkait dengan modifikasi cuaca, Menko Polkam mengatakan upaya tersebut layak untuk dilakukan karena dianggap paling efektif untuk memadamkan api yang membakar lahan luas.
“Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi, yaitu kita harus menemukan awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan,” kata Djamari.
Hingga saat ini, lanjut Djamari, pihaknya belum melihat adanya awan hujan di langit lokasi karhutla. Kendati demikian, dia meyakini awan hujan itu akan muncul dalam waktu dekat. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!