Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Isu Terusan Suez Jadi Jaminan Utang Mencuat, Mesir Buka Suara

📅 Senin, 31 Agu 2026, 21:37 WIB | Oleh:
Isu Terusan Suez Jadi Jaminan Utang Mencuat, Mesir Buka Suara Doc: AFP/KHALED DESOUKI/Getty Images

KAIRO - Mesir pada Minggu (30/8), menegaskan tidak akan menggunakan Terusan Suez atau aset negara lainnya untuk melunasi utang pemerintah, seraya menyatakan bahwa jalur air strategis tersebut tidak termasuk dalam rencana semacam itu.

Kabinet mengeluarkan pernyataan tersebut setelah beredar usulan yang menyarankan pengalihan sejumlah aset negara ke Bank Sentral Mesir sebagai imbalan atas pengurangan sebagian utang domestik pemerintah.

Pernyataan itu menyebut usulan tersebut sebagai "pandangan pribadi semata" dan tidak mencerminkan kebijakan pemerintah, serta menegaskan bahwa gagasan itu "tidak dapat diterima dan tidak akan terjadi."

Kabinet bersikap sangat tegas khususnya mengenai Terusan Suez, dengan menyatakan tidak ada rencana untuk menukar, menjaminkan, atau mengalihkan kepemilikan jalur air tersebut demi pelunasan utang.

Disebutkan pula bahwa terusan tersebut berkaitan erat dengan keamanan nasional dan kedaulatan Mesir, serta memegang peranan sentral baik dalam perekonomian negara maupun perdagangan global.

Pemerintah juga menolak gagasan umum mengenai pengalihan aset negara ke Bank Sentral, dengan argumen bahwa pemindahan aset dan kewajiban antarlembaga publik tidak akan mengurangi total kewajiban negara.

Sebaliknya, menurut pemerintah, masalah utang publik harus ditangani melalui penataan struktur utang, biaya layanan utang, likuiditas domestik, serta dampaknya yang lebih luas terhadap kebijakan fiskal dan moneter.

Hassan Heikal, seorang penasihat perdana menteri, melontarkan gagasan tersebut pada Sabtu (29/8).

Dia menyarankan agar Mesir menggunakan kepemilikan saham di perusahaan milik negara atau bahkan Terusan Suez untuk mengimbangi utang domestik dengan cara mengalihkan kewajiban terkait ke Bank Sentral.

Dia merujuk pada penyelesaian utang baru-baru ini yang melibatkan Otoritas Media Nasional Mesir - yang sebelumnya dikenal sebagai Maspero - sebagai kemungkinan model pelaksanaannya.

Pada Kamis (27/8), pemerintah mengumumkan kesepakatan untuk melunasi utang sebesar 88,3 miliar pound Mesir (Rp30,7 triliun) yang dimiliki otoritas tersebut kepada Bank Investasi Nasional, tanpa mengungkapkan ketentuan penyelesaian maupun aset yang terlibat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Puncak Peringatan HUT Ke-81...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.