Grand Canyon Diamuk Banjir Bandang, 20 Orang Lenyap Ditelan Air
📅 Senin, 31 Agu 2026, 21:17 WIB | Oleh: Deri HenriawanLOS ANGELES - Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang atau belum diketahui keberadaannya setelah banjir bandang menerjang Grand Canyon National Park di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), demikian menurut otoritas setempat pada Minggu (30/8).
Peristiwa banjir bandang yang "signifikan" itu terjadi di Bright Angel Canyon dan area Phantom Ranch pada Sabtu (29/8), ungkap Layanan Taman Nasional AS dalam sebuah siaran pers. Pihak otoritas tersebut mengimbau siapa pun yang mengetahui adanya pendaki atau backpacker yang berada di bagian dalam ngarai sepanjang koridor Bright Angel Creek pada 29 Agustus, serta siapa pun yang memiliki reservasi perkemahan di koridor yang terdampak, untuk memberikan informasi kepada Cabang Layanan Investigasi Layanan Taman Nasional.
Pejabat taman nasional menyebutkan pihaknya terus melanjutkan upaya evakuasi dan tanggap darurat berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Publik Arizona, sekaligus berupaya mendata para individu yang kemungkinan berada di wilayah terdampak.
Selain itu, pejabat taman nasional juga menyatakan dalam sebuah siaran pers sebelumnya bahwa per Minggu pagi waktu setempat, sebanyak 62 orang telah dievakuasi dari area tersebut, dengan evakuasi tambahan yang dijadwalkan pada Minggu yang sama.
Banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di seluruh wilayah Bright Angel Canyon. Hampir semua jembatan penyeberangan yang membentang di atas Bright Angel Creek hancur, sehingga para pendaki tidak dapat melintasi anak sungai tersebut, menurut pihak taman nasional.
Para pejabat mengatakan beberapa bagian Grand Canyon National Park telah ditutup dan Sungai Colorado juga ditutup untuk lalu lintas sungai hingga pemberitahuan lebih lanjut, karena adanya struktur logam dan puing-puing yang masuk ke sungai.
Mereka juga memperingatkan bahwa badai petir dan hujan lebat susulan kemungkinan akan terjadi pada Minggu dan Senin (31/8), yang berpotensi memicu banjir bandang, aliran material longsoran, dan longsoran batu, serta mengubah kondisi jalur pendakian dan sungai. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!