Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ahli: Pemenuhan Gizi Seimbang Dimulai dari Makanan di Rumah

📅 Senin, 31 Agu 2026, 22:13 WIB | Oleh:
Ahli: Pemenuhan Gizi Seimbang Dimulai dari Makanan di Rumah Doc: ANTARA/Irfan
Ket. Petugas puskesmas di Kota Tangerang sedang memberikan penjelasan mengenai tumbuh kembang anak kepada warga.

TANGERANG -- Ahli Gizi dari Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Provinsi Banten, dr Een Resita mengatakan pemenuhan gizi seimbang bagi anak dalam menekan stunting dimulai dari rumah, melalui pilihan makanan yang tepat dan pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

Ia mengatakan pemenuhan gizi keluarga tidak harus menggunakan bahan makanan yang mahal. Menurutnya, bahan pangan lokal yang mudah ditemukan sehari-hari sudah dapat menjadi sumber nutrisi yang baik jika diolah dengan tepat.

"Banyak menu lokal yang mudah didapat orang tua bagi anak dan memiliki nutrisi besar seperti nasi, telur, dan sayuran," kata Een di Tangerang, Senin.

Een menekan keberhasilan pendampingan gizi membutuhkan peran aktif orang tua. Kontrol secara berkala sangat penting dilakukan agar perkembangan berat badan, tinggi badan, serta kondisi anak, dapat terus dipantau dan segera ditindaklanjuti apabila ditemukan masalah.

"Melalui pemantauan dan pendampingan secara rutin, kita bisa mengetahui pertumbuhan anak dan bisa melakukan upaya intervensi lain jika diperlukan," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggaraeni mengatakan Pemkot Tangerang juga mengoptimalkan penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sejumlah program yang berorientasi pada keluarga antara lain percepatan penurunan stunting, pendampingan keluarga, penguatan posyandu, hingga intervensi sejak masa calon pengantin dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya tersebut menunjukkan hasil yang positif, kata dia,  karena hingga Mei 2026 prevalensi stunting berhasil ditekan menjadi 5,3 persen.

Selain itu pihaknya menggerakkan peran kader posyandu dalam melakukan deteksi dini serta memberikan edukasi kesehatan dengan mengunjungi rumah warga secara langsung.

"Fokus kesehatan saat ini telah bergeser, yakni mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu melalui penguatan kompetensi ini, kader diharapkan bisa mendeteksi dini sekaligus mengedukasi warga secara optimal," kata Dinni Anggraeni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Zverev Nomor Satu Dunia
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.