Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eddy Soeparno Tegaskan Komitmen Pemerintah soal Transisi Energi dan Aksi Iklim Prioritas Pembangunan Nasional

📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 14:35 WIB | Oleh:
Eddy Soeparno Tegaskan Komitmen Pemerintah soal Transisi Energi dan Aksi Iklim Prioritas Pembangunan Nasional Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno, menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendorong transisi energi dan aksi iklim saat menjadi pembicara dalam South East Asia Climate Forum dalam rangkaian agenda London Climate Action Week.

Dalam forum yang dihadiri para pemangku kepentingan global di bidang iklim dan energi tersebut, Eddy Soeparno menyampaikan refleksi mengenai perjalanan panjang Indonesia dalam sektor energi terbarukan. 

Ia mengungkapkan bahwa lebih dari dua dekade lalu, ketika masih berkarier di sektor perbankan, dirinya menghadiri sebuah konferensi yang menyebut Indonesia sebagai negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di Asia.

"Yang menarik sekaligus menjadi tantangan bagi kita adalah, 25 tahun kemudian Indonesia masih disebut sebagai negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di Asia. Artinya, potensi yang luar biasa tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

"Bagi saya, saat ini adalah momentum bagi Indonesia untuk tidak hanya dikenal karena potensinya, tetapi juga karena keberhasilannya memanfaatkan energi terbarukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan," jelas Eddy. 

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan transisi energi dan aksi iklim sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis yang bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pengurangan emisi karbon.

"Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2028. Pada saat yang sama, kami berkomitmen memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus melakukan dekarbonisasi ekonomi untuk mencapai target Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat," jelasnya.

Eddy menegaskan bahwa dekarbonisasi adalah agenda lingkungan sekaligus strategi ekonomi nasional. 

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Indonesia menargetkan pembangunan kapasitas pembangkit energi terbarukan hingga 70 gigawatt pada tahun 2040. Dengan pencapaian tersebut, bauran energi terbarukan nasional diharapkan meningkat dari sekitar 15–16 persen saat ini menjadi lebih dari 35 persen.

"Target ini menunjukkan bahwa Indonesia sepenuhnya serius dalam menjalankan transisi energi. Kami memahami bahwa masa depan pertumbuhan ekonomi yang kuat harus dibangun di atas fondasi energi yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga memaparkan perkembangan kebijakan dan legislasi yang sedang disiapkan Indonesia untuk mendukung agenda transisi energi dan aksi iklim. Saat ini, pembahasan Undang-Undang Energi Terbarukan telah memasuki tahap akhir. 

Selain itu, DPR RI juga tengah membahas Rancangan Undang-Undang Aksi Iklim yang akan menjadi regulasi pertama di Indonesia yang secara khusus mengatur isu perubahan iklim secara komprehensif.

Tidak hanya itu, pemerintah dan DPR juga berencana melakukan revisi terhadap Undang-Undang Ketenagalistrikan guna memastikan kerangka regulasi nasional semakin selaras dengan kebutuhan transisi energi yang sedang berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.