Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jabar Permak 22 Hektare Kebun Teh, Ciater-Pangalengan Siap Bangkit

📅 Senin, 31 Agu 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jabar Permak 22 Hektare Kebun Teh, Ciater-Pangalengan Siap Bangkit Doc: ANTARA/HO Pemprov Jabar.
Ket. Proses revitalisasi kebun teh di Ciater, Kabupaten Subang, oleh Pemprov Jabar.

BANDUNG – Revitalisasi perkebunan teh menjadi langkah penting untuk mengembalikan daya saing komoditas yang menghadapi tekanan produktivitas, perubahan iklim, dan meningkatnya biaya produksi.

Pembenahan tidak cukup hanya melalui peremajaan tanaman, tetapi juga membutuhkan perbaikan tata kelola, teknologi budidaya, hingga penguatan akses pasar.

Dengan revitalisasi yang terarah, perkebunan teh diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan posisi teh Indonesia di pasar domestik maupun global.

Pemprov Jabar mengungkapkan telah merevitalisasi seluas 22 hektare perkebunan teh di Ciater Kabupaten Subang, dan di Pangalengan Kabupaten Bandung dari sebelumnya yang telah beralih fungsi jadi bangunan liar (Ciater) dan kebun sayuran (Pangalengan).

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa menjelaskan revitalisasi yang diarahkan untuk mengembalikan fungsi estetika, ekonomi dan lingkungan di kawasan ini, mengikuti arahan Gubernur Dedi Mulyadi dengan melibatkan warga sekitar kebun, disertai pensiunan karyawan PTPN.

"Total pekerja dalam revitalisasi kebun teh sebanyak 96 orang," kata Gandjar di Bandung, Senin (31/8).

Gandjar merinci, revitalisasi perkebunan teh di Ciater Kabupaten Subang, dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Desa Ciater, Desa Cisaat dan Desa Tambakan.

Hingga saat ini, luas lahan teh yang direvitalisasi di Desa Ciater mencapai 2 hektare. Dinas Perkebunan menanam 15.200 pohon di lokasi tersebut.

Sementara, di Desa Cisaat, revitalisasi dilakukan dengan menanam 25.000 pohon di perkebunan teh seluas tiga hektare. Adapun, di Desa Tambakan, luas perkebunan teh yang direvitalisasi mencapai 1 hektare dengan menanam 10.000 pohon.

Total lahan teh yang direvitalisasi di Desa Ciater, Desa Cisaat, dan Desa Tambakan mencapai 6 hektare, dengan jumlah pohon teh yang ditanam sebanyak 50.200 pohon.

"Adapun perkebunan teh yang direvitalisasi di Pangalengan lebih luas lagi mencapai 16 hektare. Jumlah pohon teh telah ditanam mencapai 198.000 pohon," kata Gandjar.

Gandjar menyebutkan dengan revitalisasi kebun teh ini, selain untuk aspek perekonomian, dan estetika kawasan, potensi bencana alam juga dapat dicegah di kawasan tersebut.

Ditambahkan Gandjar, revitalisasi kebun teh akan terus dilakukan hingga target tercapai, yaitu 12 hektare di Ciater Kabupaten Subang dan 24 hektare di Pangalengan Kabupaten Bandung. Penanaman perdana teh di Ciater, Subang, telah dimulai sejak November 2025, sedangkan di Pangalengan Kabupaten Bandung sejak Desember 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Luar Negeri
Pajak Bahan Bakar di New Ze...
Luar Negeri
Ismail Ould Cheikh Ahmed Te...

Indonesia Resmi Mencalonkan sebagai Anggota Dewan ICAO 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Indonesia Resmi Mencalonkan...
Luar Negeri
Isu Terusan Suez Jadi Jamin...
Advertisement
Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

Badan Geologi Sebut Erupsi Sinabung Berpotensi Diikuti Letusan yang Lebih Besar

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.