Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DI Lebak Tanaman Ubi Jalar Bisa Hasilkan Rp50 Juta per Hektare

📅 Senin, 10 Agu 2026, 16:28 WIB | Oleh:
DI Lebak Tanaman Ubi Jalar Bisa Hasilkan Rp50 Juta per Hektare Doc: ANTARA/Mansyur S
Ket. Tanaman ubi jalar.

LEBAK -- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, mengembangkan tanaman ubi jalar varietas kuning putih di tiga kecamatan guna memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan di Lebak, Senin, mengatakan pihaknya mengembangkan tanaman ubi jalar di Kecamatan Kalanganyar, Rangkasbitung dan Cibadak guna mendukung program swasembada pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Selama ini, tanaman ubi jalar menjadi makanan alternatif pengganti nasi dari beras dan cocok untuk =menu diet sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan.

Selain itu juga tanaman ubi jalar memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran dengan harga Rp5.000 per kilogram.

‎"Jika produksi 10 ton di harga Rp5.000 per kg, maka menghasilkan pendapatan ekonomi Rp50 juta per hektare," kata Dodi.

Selain itu juga mencegah kanker, mencegah stroke, kesehatan ibu hamil karena tinggi asam folat dan zat besi serta meningkatkan imun tubuh.

Pengembangan tanaman ubi jalar itu tahan terhadap kekeringan saat musim kemarau dan tidak membutuhkan pasokan air.

‎"Saya kira tanaman ubi jalar sama dengan ubi kayu bisa ditanam di lahan kering yang lembab, tapi tidak becek. Bisa hidup di lahan sawah," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Dike Cidrasari, seorang penyuluh pertanian di Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak, mengatakan pihaknya mengembangkan tanaman ubi jalar di satu kelompok tani di wilayahnya, karena menjadi andalan penghasilan pangan dan ekonomi masyarakat.

Penanaman ubi jalar itu bisa menghasilkan panen selama 120 hari setelah tanam dengan produktivitas hingga 10 ton per hektare.

‎"Kami berharap petani saat musim kemarau agar menanam ubi jalar ,karena tidak membutuhkan pasokan air,namun menghasilkan produksi pangan dan ekonomi," kata Dike.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...

Utusan AS Berunding dengan Zelenskyy

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Utusan AS Berunding dengan ...

Jadikan Jakarta Simpul Kopi Nusantara

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Jadikan Jakarta Simpul Kopi...

Dinas Kesehatan Tangerang Siaga Penuh

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Dinas Kesehatan Tangerang S...
Megapolitan
Hindari Abu Krakatau, Siswa...
Megapolitan
Cariu Praktikkan Tanam Kede...
Luar Negeri
PBB Dorong Negara Perkuat P...
Luar Negeri
Spanyol Hadapi Gelombang Pa...
Nasional
Potensi Megathrust Selat Su...
Advertisement
1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.