Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cariu Praktikkan Tanam Kedelai Terintegrasi

📅 Senin, 07 Sep 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Cariu Praktikkan Tanam Kedelai Terintegrasi Doc: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Ket. Peluncuran proyek percontohan penanaman kedelai Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/9).

BOGOR – Untuk membangun model pengembangan kedelai terintegrasi dan meningkatkan produksi dalam negeri, masyarakat Cariu, Bogor memulai proyek percontohan penanaman kedelai terintegrasi seluas 25 hektare. “Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat produksi kedelai dalam negeri sekaligus,” tutur Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Kemenko Pangan, Gunawan, dalam di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Selain itu, pelaksanaan pertanian terintegrasi ini juga untuk mengurangi tingginya ketergantungan pada impor. Saat ini Indonesia masih mengimpor kedelai sampai sekitar 95 persen dari kebutuhan nasional.Proyek yang diluncurkan 3 September itu merupakan hasil koordinasi Kemenko Pangan bersama Kementerian Pertanian, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, Pemerintah Kabupaten Bogor, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).

Luas lahan proyek percontohan tersebut diproyeksikan meningkat dari 25 hektare menjadi 100 hektare pada tahun depan. Menurut data kementerian, produksi kedelai dalam negeri pada tahun lalu sekitar 79.000 ton. Sedangkan kebutuhan nasional mencapai 2,72 juta ton. Kebutuhan kedelai diproyeksikan meningkat dari sekitar 2,79 juta ton pada tahun ini menjadi sekitar 3 juta ton pada tahun 2029.

Gunawan menjelaskan bahwa salah satu sasaran program tersebut adalah meningkatkan ketersediaan benih kedelai berkualitas untuk mendukung perluasan penanaman pada tahun-tahun berikutnya. “Pelaksanaan Pilot Project Penanaman Kedelai di Cariu tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi kedelai. Ini juga menjadi langkah awal dalam membangun model pengembangan kawasan kedelai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Koordinasi

Koordinasi program dilakukan melalui Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kemenko Pangan. Dukungan budi daya yang diberikan mencakup benih unggul, pupuk, pestisida, pompa air, dan traktor. Di sisi hilir, Gakoptindo menjadi mitra penyerap hasil panen. Kedelai dari Cariu akan digunakan kembali sebagai sumber benih maupun untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri tahu dan tempe.

“Kepastian penyerapan hasil panen tersebut diharapkan dapat memberikan jaminan pasar dan meningkatkan kepastian usaha bagi petani,” ucap Gunawan. Dengan kepastian penyerapan tersebut, petani tidak hanya memperoleh dukungan pada proses produksi, tetapi juga memiliki kepastian pemasaran hasil panen.

Kemenko Pangan berharap model kolaborasi di Cariu dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi pengembangan kedelai sehingga produksi dalam negeri meningkat secara bertahap dan kemandirian pangan nasional semakin kuat. Pemerintah pada tahun ini menargetkan pengembangan areal tanam kedelai seluas 50.000 hektare.

Dalam paparan Kemenko Pangan pada bulan Juli lalu, realisasi tanam yang tercatat mencapai 2.956 hektare. Sedangkan produksi hingga Mei mencapai 7.691 ton dari luas panen 5.048 hektare. Menurut Gunawan, penguatan produksi juga diarahkan melalui sistem perbenihan. Pada akhir 2025, penangkaran benih kedelai dilakukan di lahan seluas 1.420 hektare. Penangkaran ini akhirnya menghasilkan 5.680 ton calon benih. Dari jumlah ini, di mana 3.550 ton di antaranya merupakan benih bersertifikat.

Harga kedelai impor di tingkat perajin dan pasaran di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp11.000 hingga Rp13.000 per kilogram. Sedangkan harga per karung isi 50 kg berkisar antara Rp580.000 dan Rp690.000. 

Ini cukup ironis, sebagai negara agraris, tapi Indonesia impor kedelai hamper 100 persen. Ini pertanyaan rakyat untuk kementerian pertanian, apa saja yang dikerjakan selama ini?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Mengharap Final Leo/Daniel-Fajar/Fikri, Mungkinkah?  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.