Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

India Giliran Menjadi Bidikan Kemenpar untuk Ditarik Warganya agar Piknik ke Indonesia

📅 Senin, 07 Sep 2026, 01:04 WIB | Oleh:
India Giliran Menjadi Bidikan Kemenpar untuk Ditarik Warganya agar Piknik ke Indonesia Doc: ist
Ket. dijual ke india

JAKARTA -  Setelah beberapa negara menjadi bidikan, kini giliran masyarakat India yang diincar Kementerian Pariwisata agar mereka mau berkunjung ke Indonesia. Kemenpar berupaya memperluas jejaring bisnis antara industri pariwisata Indonesia dan India melalui penyelenggaraan Sales Mission Pune 2026 yang berlangsung di Crowne Plaza Pune City Centre by IHG, India.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan asosiasi perjalanan, maskapai penerbangan, online travel platform, serta pelaku industri di India agar Wonderful Indonesia semakin menjadi top-of-mind destination bagi wisatawan India," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Made mengatakan acara yang digelar pada Jumat (4/9) itu merupakan tindak lanjut dari partisipasi Indonesia dalam ajang ITB India 2026 di Mumbai. Melalui Sales Mission Pune 2026, Kementerian Pariwisata juga ingin membuka peluang agar semakin banyak produk dan destinasi Indonesia masuk dalam katalog perjalanan pelaku industri India.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan kunjungan wisatawan India ke Indonesia secara berkelanjutan. Kegiatan temu bisnis (B2B) tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan agen perjalanan dan operator tur yang potensial dari Pune dan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Pariwisata membawa 12 perusahaan dan pelaku industri pariwisata Indonesia yang menawarkan beragam produk wisata unggulan dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Raja Ampat, Batam–Bintan, Borneo, Lombok, hingga berbagai destinasi Beyond Bali.

Pelaku industri yang berpartisipasi terdiri atas destination management company (DMC), hotel, operator tur dan restoran. Dari penyelenggaraannya Kementerian Pariwisata mencatat potensi transaksi sebesar Rp12,8 miliar atau 721.100 dolar AS yang menunjukkan tingginya minat wisatawan asal Pune untuk berkunjung ke Indonesia. Dari pertemuan tersebut, tercatat estimasi pergerakan sebanyak 1.582 wisatawan asal India ke Indonesia.

Capaian tersebut didukung keragaman produk pariwisata Indonesia yang sesuai dengan preferensi pasar India. Para pelaku industri di Pune menunjukkan minat terutama terhadap segmen wisatawan individu (Free Independent Traveler), bulan madu atau pasangan, dan wisata mewah.

“Aksesibilitas destinasi yang semakin baik serta keunikan produk pariwisata Nusantara menjadi faktor penting yang menarik minat mereka. Destinasi favorit yang paling banyak diminati meliputi Bali, Borobudur–Yogyakarta–Prambanan, serta Gili–Lombok,” kata Made.

Adapun pemilihan Pune sebagai lokasi diselenggarakannya acara karena Pune menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat di India sekaligus kota terbesar kedua di Negara Bagian Maharashtra setelah Mumbai.

Dengan populasi metropolitan lebih dari tujuh juta jiwa, tingkat pendapatan masyarakat yang tinggi, serta perkembangan sektor teknologi informasi, manufaktur, pendidikan, dan perusahaan rintisan, Pune dinilai memiliki potensi besar sebagai pasar wisatawan ke luar negeri.

Selain itu, Maharashtra merupakan negara bagian dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di India yang mencapai sekitar 650 miliar dolar AS. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki basis wisatawan dengan kemampuan finansial yang kuat untuk melakukan perjalanan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.