Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenkes: Gangguan Tidur Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Wamenkes: Gangguan Tidur Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (kedua dari kiri)

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan masyarakat mewaspadai perubahan fisik dan emosional sebagai tanda gangguan kesehatan jiwa. Dante mengatakan, gangguan kesehatan jiwa tidak selalu terlihat langsung karena gejalanya kerap muncul melalui perubahan fisik maupun perilaku.

“Kalau tidurnya sudah terganggu, sudah susah tidur, hati-hati. Itu sudah merupakan ciri-ciri kelainan fisik yang disebabkan oleh gangguan jiwa,” kata Dante Saksono Harbuwono dalam Temu Media Peningkatan Mental Health Awareness di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurut Dante, perubahan berat badan secara tiba-tiba juga perlu diperhatikan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena perubahan pola makan sebagai bentuk pelampiasan ketika seseorang mengalami tekanan atau depresi.

“Perubahan berat badan yang tadinya gemuk menjadi kurus karena dia tidak mau makan. Atau dari kurus jadi gemuk karena dia makan terus sebagai pelampiasan depresinya. Itu juga jangan-jangan gangguan jiwa,” ujar dia.

Selain perubahan fisik, Dante menyebut perubahan emosi dan kecemasan berlebihan sebagai tanda lain yang perlu diwaspadai. Seseorang yang menjadi mudah tersinggung atau mengalami perubahan suasana hati secara tajam dalam waktu singkat perlu mendapat perhatian.

“Cemas yang berlebihan, sebenarnya cemas yang berlebihan ini yang kalau bahasanya Gen Z itu overthinking,” kata dia.

Dante menambahkan gangguan kesehatan jiwa berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Ia menyebut gangguan jiwa menempati urutan kedua setelah gangguan otot dan rangka dalam memengaruhi kualitas hidup.

Selain itu, Dante menyoroti kondisi kesehatan jiwa kelompok usia muda, terutama meningkatnya percobaan bunuh diri yang perlu diwaspadai masyarakat luas. Menurut Dante, fenomena bunuh diri saat ini dapat menjadi bagian kecil dari persoalan kesehatan jiwa yang lebih besar.

“Ini memang angkanya seperti fenomena gunung es. Tidak kelihatan, munculnya sedikit yang bunuh diri satu, tapi yang melakukan percobaan bunuh diri ini terus meningkat,” ujar Dante. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.