Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lonjakan Pendatang Capai 9.740 Orang, Disdukcapil Balikpapan Sisir Warga Nonpermanen

📅 Senin, 07 Sep 2026, 01:25 WIB | Oleh:
Lonjakan Pendatang Capai 9.740 Orang, Disdukcapil Balikpapan Sisir Warga Nonpermanen Doc: ANTARA/novi abdi
Ket. Verifikasi data penerima bantuan sosial, berbasis dan merujuk data kependudukan oleh Disdukcapil.

BALIKPAPAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan memperkuat pendataan terhadap 9.740 warga nonpermanen guna mengantisipasi tingginya mobilitas penduduk serta memastikan ketepatan sasaran layanan publik, Minggu (6/9). 

Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan Tirta Dewi menyatakan bahwa ribuan warga nonpermanen tersebut tinggal sementara di Kota Minyak untuk keperluan bekerja, menempuh pendidikan, maupun urusan keluarga.

"Pendataan warga nonpermanen ini penting agar layanan publik tidak salah sasaran," kata Tirta Dewi di Balikpapan, Minggu.

Tirta menjelaskan, pergerakan penduduk di Balikpapan terjadi secara dua arah. Selain kedatangan warga dari luar daerah, banyak pula warga lokal yang pindah ke luar kota karena alasan pekerjaan atau pendidikan.

Oleh karena itu, pembaruan data berkala dinilai krusial agar tidak terjadi ketimpangan antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan.

Disdukcapil mencatat, jumlah penduduk Balikpapan pada semester I 2026 mencapai 770.047 jiwa, atau bertambah 3.995 jiwa dibandingkan akhir tahun 2025.

Pertumbuhan ini dipicu oleh kombinasi faktor alami (kelahiran) dan mobilitas penduduk masuk-keluar yang relatif berimbang. Akurasi data kependudukan ini nantinya menjadi acuan krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis.

"Data kependudukan bukan sekadar angka. Data itu menjadi dasar kebijakan pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai perencanaan pembangunan," tegas Tirta.

Melalui penguatan pendataan ini, pemerintah dapat memetakan pola mobilitas sekaligus menyesuaikan kapasitas layanan publik, terutama di wilayah-wilayah dengan lonjakan penduduk musiman yang tinggi.

Selain pengawasan rutin, Disdukcapil Balikpapan juga mengintensifkan pemantauan berkala di tingkat kelurahan demi menjaga kesesuaian data faktual.

Tirta mengimbau masyarakat, baik pendatang maupun warga yang hendak pindah, untuk proaktif memperbarui dokumen administrasi.

"Ketertiban administrasi sangat menentukan akurasi data," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Polsek Pasar Minggu Kenalka...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.