Tak Lagi Jadi Penonton, IKM Komponen Dibawa Masuk Rantai Industri Besar
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim RedaksiJawa Barat dipilih sebagai lokasi karena merupakan salah satu basis industri manufaktur terbesar di Indonesia dengan kebutuhan rantai pasok yang beragam, mulai dari bahan baku, komponen pendukung, hingga jasa pendukung industri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke sejumlah IKM logam di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi pada 29 Juli 2026. Calon mitra dari industri besar melihat langsung proses produksi, kualitas produk, kapasitas, serta kesiapan IKM.
Kegiatan dilanjutkan dengan Temu Bisnis IKM Logam dengan Industri Besar di Karawang pada 30 Juli 2026. Forum ini menjadi wadah dialog langsung antara IKM dan calon mitra untuk membahas kebutuhan industri, spesifikasi produk, standar kualitas, hingga peluang kerja sama.
Sebanyak 30 IKM logam dari Karawang dan Bekasi berpartisipasi. Para peserta memiliki kompetensi mulai dari fabrikasi logam, machining, pembuatan komponen logam, hingga jasa pendukung industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah perusahaan besar yang terlibat dalam penjajakan antara lain PT Perkebunan Nusantara, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, PT Sarandi Karya Nugraha, HIPELKI, HINABI, dan PT United Tractors Pandu Engineering.
“Kami berharap melalui fasilitasi kemitraan ini dapat terjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan serta semakin memperkuat keterlibatan IKM dalam rantai pasok industri nasional,” pungkas Budi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
29 Aug 2026, 09:24 WIB.
Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM logam ke dalam rantai pasok industri besar sangat sejalan dengan realitas kebutuhan lapangan saat ini, mengingat tingginya permintaan terhadap komponen penunjang maupun layanan perawatan mesin otomasi yang cepat dan presisi, sehingga fasilitasi temu bisnis seperti ini diyakini mampu mengakselerasi kapasitas produksi lokal sekaligus mewujudkan ketahanan ekosistem manufaktur nasional yang tangguh dan mandiri.
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!