Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Titik Panas yang Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Hingga 10 Agustus

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 02:13 WIB | Oleh:
Tekan Titik Panas yang Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Hingga 10 Agustus Doc: Antara foto
Ket. Arsip - Petugas membawa karung berisi bahan semai Natrium Klorida (NaCI) untuk dimasukkan ke dalam pesawat Cessna 208B Grand Caravan Ex di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (2/8).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) selama tujuh hari mulai 4 hingga 10 Agustus 2026 guna menekan lonjakan titik panas.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa langkah darurat ini diambil setelah jumlah titik panas berdasarkan pantauan Satelit NASA NOAA20 melonjak dari 46 titik pada 2 Agustus menjadi 104 titik pada 3 Agustus 2026.

"OMC merupakan salah satu upaya mendukung penanggulangan karhutla di enam provinsi prioritas yang memiliki lahan gambut luas dan sulit dipadamkan jika terjadi kebakaran masif," kata dia.

Suharyanto menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 28 Juli 2026 terkait antisipasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Selain menindaklanjuti arahan Presiden, penanganan ini merespons surat permohonan dukungan OMC dari Gubernur Sumatera Selatan yang telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla hingga 30 November 2026.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi operasional OMC dipusatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, dengan dukungan penuh dari TNI AU, BMKG, serta BPBD Provinsi Sumatera Selatan.

Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (4/8), pesawat penyemai berhasil melakukan satu sorti penerbangan dengan menyebar 1.000 kilogram bahan semai di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

Penyemaian garam (NaCl) menggunakan pesawat berbadan tetap (fixed wing) tersebut terbukti efektif memicu turunnya hujan berintensitas ringan di area terdampak.

"Selanjutnya pemerintah daerah, masyarakat, serta pelaku usaha di sektor kehutanan dan pertanian diimbau meningkatkan sinergi dan pencegahan dini agar tidak melakukan pembakaran lahan," kata Suharyanto menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Potensi Gelombang Tinggi hi...

Dibayangi Tekanan Ganda - 03 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Dibayangi Tekanan Ganda - 0...
Daerah
Bersihkan Abu Gunung Sinabu...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.