Hiroshima Desak Negara-negara Menghapus Kepemilikan Senjata Nuklir
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 20:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa norma internasional yang selama ini mencegah bencana nuklir semakin terancam.
Dalam pernyataan yang dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Perlucutan Senjata Izumi Nakamitsu, Guterres mengatakan "pedang nuklir kembali dikibaskan atas nama kekuasaan dan paksaan."
Ia menyerukan komunitas internasional untuk mengedepankan dialog dan kerja sama dibanding konfrontasi.
“Pilihlah dialog daripada perpecahan, kerja sama daripada konfrontasi, dan keamanan bersama daripada keuntungan sempit,” demikian pesan Guterres.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di akhir pidatonya, Matsui juga mengajak generasi muda meneruskan perjuangan para hibakusha atau penyintas bom atom yang jumlahnya terus berkurang.
Ia berharap penghapusan senjata nuklir menjadi norma yang diterima masyarakat internasional sekaligus mendesak Pemerintah Jepang berpartisipasi sebagai pengamat dalam Konferensi Peninjauan Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir yang akan digelar pada November mendatang.
Jepang hingga kini belum menjadi pihak dalam perjanjian tersebut karena masih bergantung pada payung nuklir AS sebagai bagian dari strategi pertahanannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiga hari setelah Hiroshima dibom, AS menjatuhkan bom atom kedua di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Enam hari kemudian, Jepang menyerah kepada Sekutu, yang menandai berakhirnya Perang Dunia II.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!