Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tuh Kan! Program Rekening Gratis Masih Tertahan

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tuh Kan! Program Rekening Gratis Masih Tertahan Doc: ANTARA FOTO/ Indrayadi TH
Ket. Ilustrasi-Sejumlah pelajar antre mengisi persyaratan membuka rekening tabungan di SMP Kartika VI-I Jayapura, Papua

JAKARTA – Wacana penyediaan rekening bank gratis kembali menjadi perhatian seiring kebutuhan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Kebijakan ini berpotensi mendorong inklusi keuangan, namun perlu diikuti kejelasan skema, cakupan layanan, serta pembagian beban biaya agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi perbankan maupun nasabah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program rekening gratis bagi masyarakat belum akan dimulai tahun ini.

Sepanjang tahun 2026 ini akan digunakan pemerintah untuk menyusun skema program, termasuk memastikan rekening yang dibuka dapat tetap aktif dan tidak menjadi rekening dorman.

“Tahun ini masih kita bahas,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (23/9).

Ia menerangkan sasaran program tersebut mencakup masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk saldo Rp50.000 bagi warga berusia di atas 17 tahun.

“Ini kita mau melihat dengan Menteri Keuangan, program lanjutan seperti apa. Karena kita tahu bahwa ada bansos itu kan diberikan kepada mereka yang sudah menikah. Jadi kalau yang usia 17 (tahun) sampai yang belum menikah kan, kita sedang melihat program apa yang bisa diberikan kepada mereka supaya rekeningnya tidak dorman,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme penyediaan atau pembuatan rekening massal bagi seluruh masyarakat di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Hal ini menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.

Pendekatan yang kini dipertimbangkan adalah sinkronisasi dengan data kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Untuk memperluas jangkauan kepemilikan rekening bank, dukcapil akan dipadu-padankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama untuk sistem pembayaran dan gateway system-nya termasuk QRIS.

Dengan program rekening gratis bagi masyarakat belum akan dimulai tahun ini, implementasinya masih menunggu kesiapan kebijakan dan skema pelaksanaan yang jelas.

Penundaan ini menjadi ruang bagi pemerintah dan perbankan untuk memastikan program tersebut nantinya benar-benar memperluas akses keuangan tanpa menimbulkan beban baru bagi industri maupun masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Bandung Heritage Gelar Ajan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Tegaskan S...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.