Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Sentral Selandia Baru Dikritik Lambat Tarik Stimulus COVID-19

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 16:03 WIB | Oleh:
Bank Sentral Selandia Baru Dikritik Lambat Tarik Stimulus COVID-19 Doc: AFP/Marty Melville/Getty Images

WELLINGTON - Bank Sentral New Zealand dinilai terlalu lambat dalam menarik stimulus kebijakan moneter setelah perekonomian pulih lebih kuat dari perkiraan pasca-pandemi COVID-19, menurut sebuah tinjauan independen yang dirilis pada Selasa (22/9).

Laporan evaluasi yang dirilis oleh Menteri Keuangan New Zealand Nicola Willis tersebut mengkaji keputusan-keputusan kebijakan moneter sejak 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2022, dan menemukan respons awal bank sentral terhadap pandemi itu tepat dan efektif, namun stimulus kebijakan moneter telah dipertahankan terlalu lama.

Tinjauan tersebut dilakukan oleh Profesor Athanasios Orphanides dari Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat dan mantan Wakil Gubernur Bank Sentral New Zealand David Archer.

Tinjauan itu bertujuan untuk mengidentifikasi pelajaran yang dapat dipetik guna meningkatkan respons terhadap guncangan ekonomi pada masa mendatang, menurut pernyataan Pemerintah New Zealand.

Stimulus yang berkepanjangan, di tengah kondisi ekonomi yang sudah mengalami overheating, turut menyebabkan siklus boom-bust yang merugikan dan berbiaya tinggi, kata Willis dalam pernyataannya.

Inflasi mencapai 7,3 persen, dan tingkat pengangguran turun ke level yang oleh para peninjau digambarkan sebagai "level terendah historis yang tidak berkelanjutan," sementara upaya untuk mengendalikan kembali inflasi memerlukan pengetatan kebijakan moneter yang signifikan, yang justru meningkatkan tingkat pengangguran dan menghambat pertumbuhan, kata Willis.

"Pandemi COVID-19 merupakan guncangan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena ini telah memberikan beberapa pelajaran pahit bagi New Zealand," ujarnya.

Rekomendasi dalam tinjauan tersebut berfokus pada penguatan pengambilan keputusan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian.

Gubernur Bank Sentral New Zealand Anna Breman mengatakan para pejabat akan menganalisis laporan tinjauan tersebut dengan cermat, dan memanfaatkan temuan-temuan di dalamnya untuk membantu menentukan kebijakan pada masa mendatang. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.